Akurat

Apa Itu PDB dan Contoh Perhitungannya

Eko Krisyanto | 5 September 2025, 14:50 WIB
Apa Itu PDB dan Contoh Perhitungannya

AKURAT.CO PDB atau Produk Domestik Bruto merupakan indikator nilai penting bagi suatu negara untuk menilai bagaimana pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Berdasarkan Kementrian Keuangan, PDB menghitung total jumlah barang dan jasa yang dihasilkan di suatu negara berdasarkan wilayahnya, baik diproduksi oleh warga negara tersebut maupun diproduksi oleh milik asing, tetapi produksinya masih berada di wilayah negara tersebut.

 Baca Juga: Sesuai Target, Defisit APBN 2024 Sentuh Rp507,8 Triliun Setara 2,29 Persen PDB

Jenis-Jenis Perhitungan PDB:

1. Perhitungan PDB Nominal/Harga Berlaku

Jenis perhitungan ini berfungsi untuk melihat perubahan ekonomi suatu negara dan mengukur seberapa besar kemampuan sumber daya ekonomi dari negara tersebut melalui perhitungan nilai barang dan jasa dengan harga yang berlaku pada setiap tahun.

2. Perhitungan PDB Riil/Harga Konstan

Jenis perhitungan ini berfungsi untuk melihat kemampuan sumber daya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun serta untuk mengukur seberapa cepat pertumbuhan ekonomi suatu negara.

 Baca Juga: Menteri Suharso: Ekonomi Sirkuler Sumbang Rp638T ke PDB

Metode Perhitungan PDB

Perhitungan PDB dapat dilakukan melalui tiga macam metode, sesuai acuan standar internasional Sistem Akun Nasional 1993.

A. Metode Produksi (Production Approach)

Metode ini menghitung semua nilai tambah dari setiap barang dan jasa yang dihasilkan para pelaku ekonomi dalam suatu negara.

Nilai tambah merupakan total penjualan dikurang dengan nilai input dari barang atau jasa selama proses produksi.

B. Metode Pendapatan (Income Approach)

Metode ini menghitung semua pendapatan pelaku ekonomi dalam suatu negara, mulai dari penerimaan pajak dan gaji yang didapatkan oleh masyarakat.

C. Metode Pengeluaran (Expenditure Approach)

Metode ini mengukur pengeluaran barang dan jasa berdasarkan empat komponen, yaitu konsumsi pribadi atau konsumsi rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah seperti pembangunan infrastruktur serta gaji ASN, serta total ekspor bersih yang telah diselisihkan dengan total impor.

Perhitungan PDB

Dalam melakukan perhitungan, PDB memiliki acuan rumus untuk digunakan berupa PBB = C + I + G + (X-M)

Dengan keterangan sebagai berikut:

PDB: Produk Domestik Bruto

C: Konsumsi rumah tangga

I: Investasi

G: Pemerintah

X: Ekspor

M: Impor

Agar lebih memahami penggunaan rumus PDB, berikut contoh implementasi PDB:

Tahun ini, masyarakat mengonsumsi sekitar 700 juta kilogram beras untuk kebutuhan sehari-hari, dengan harga Rp10.000 per kilogram.

Selain konsumsi, banyak pengusaha juga berinvestasi untuk memperbesar bisnisnya.

Mereka membangun pabrik dan membeli mesin modern dengan total nilai Rp2 triliun.

Pemerintah pun membelanjakan dana Rp1,5 triliun untuk membangun jalan, memberikan subsidi pupuk, dan membayar gaji pegawai negeri.

Kegiatan ekspor-impor juga dilakukan. Ekspor beras dilakukan ke negara tetangga senilai Rp1 triliun. Namun, karena ada beberapa jenis beras premium yang tidak dapat diproduksi sendiri, akhirnya impor beras khusus dilakukan dengan nilai Rp500 miliar.

 

Dari cerita di atas, maka implementasi rumus PDB adalah sebagai berikut

PDB = C + I + G + (X – M)

PDB = 7 triliun + 2 triliun + 1,5 triliun + (1 triliun – 0,5 triliun)

PDB = 7 triliun + 2 triliun + 1,5 triliun + 0,5 triliun

PDB = 11 triliun

Perhitungan PDB dapat menjadi acuan penting dalam melihat perkembangan ekonomi suatu negara dari tahun ke tahun.

Dengan begitu, pemerintah dapat lebih mudah menetapkan kebijakan yang relevan demi mendukung kebutuhan dan pertumbuhan ekonomi negara.

Dewi Triana R. (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R