Akurat Logo

Sesuai Target, Defisit APBN 2024 Sentuh Rp507,8 Triliun Setara 2,29 Persen PDB

Demi Ermansyah | 6 Januari 2025, 16:22 WIB
Sesuai Target, Defisit APBN 2024 Sentuh Rp507,8 Triliun Setara 2,29 Persen PDB

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2024 mencatat defisit sebesar Rp507,8 triliun, setara dengan 2,29% dari produk domestik bruto (PDB). 

Dimana menurut Sri Mulyani, angka ini lebih rendah dari prediksi awal yang sempat diperkirakan mencapai Rp609,7 triliun. Meskipun begitu dirinya menegaskan, selisih lebih dari Rp100 triliun ini cukup signifikan.

"Defisit sebesar Rp507,8 triliun ini sangat impresif, karena jauh lebih kecil dibanding prediksi awal yang memburuk hingga Rp609,7 triliun. Meski begitu, defisit tahun ini tetap lebih besar dibandingkan tahun 2023, yang tercatat sebesar Rp347,6 triliun atau 1,65% dari PDB." jelasnya dalam konferensi pers APBN KiTA Edisi Januari 2025, Senin (6/1/2024). 
 

Sri Mulyani menjelaskan, pelebaran defisit ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti ketegangan geopolitik, dampak El Nino terhadap hasil pertanian, perlambatan ekonomi di Cina yang mempengaruhi perdagangan global, serta fluktuasi harga minyak dan batu bara.

Di sisi lain, penerimaan negara hingga akhir 2024 mencapai Rp2.842,5 triliun, melampaui target Rp2.802,3 triliun dan tumbuh 2,1% secara tahunan. Meski begitu, belanja negara mencapai Rp3.350,3 triliun atau 100,8% dari target, dengan pertumbuhan 7,3% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini membuat pengeluaran pemerintah tetap lebih besar dibanding pendapatan.

Keseimbangan primer juga mencatat angka Rp19,4 triliun, jauh lebih rendah dari prediksi awal Rp110 triliun, dan target APBN awal sebesar Rp25,6 triliun. 
 
Sri Mulyani mengingatkan pentingnya terus mewaspadai tantangan global dan menjaga kestabilan fiskal agar perekonomian Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian pasar internasional.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.