Akurat

Koalisi Ekonomi Membumi Gelar Bimtek Maksimalkan Kearifan Lokal

Sri Agustina | 24 Januari 2025, 15:05 WIB
Koalisi Ekonomi Membumi Gelar Bimtek Maksimalkan Kearifan Lokal

AKURAT.CO Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) bersama Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Traction Energy Asia sukses menyelenggarakan Serial Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Komoditas Lestari dan Rancangan Awal RPJMD. Kegiatan ini berlangsung pada 21-22 Januari 2025 di Novotel Cikini, Jakarta Pusat.

Serial bimtek ini diadakan sebagai wadah pendampingan guna mendorong penyusunan dokumen RPJMD yang sesuai dengan konsep pengembangan daerah yang mencakup rencana strategi komoditas lestari yang relevan, komprehensif, dan implementatif.

Baca Juga: Rakernas ke-5 PDIP: Bahas Dinamika Politik Nasional, Bimtek, hingga Strategis Pemenangan Pilkada 2024

Kegiatan ini diikuti oleh 85 peserta perwakilan dinas teknis dan bappeda perwakilan 29 kabupaten dari Sumatera, Kalimantan, Jawa-Bali dan Sulawesi-Maluku.

Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif APKASI, Sarman Simanjorang, menegaskan pentingnya momentum penyusunan RPJMD 2025-2029.

"Visi Indonesia Emas 2045 sebagai negara yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan harus tercermin dalam strategi pembangunan daerah. Ini saatnya pemerintah daerah merumuskan sasaran, tujuan, dan program yang mendukung keberlanjutan sesuai potensi lokal," ujarnya.

Baca Juga: Golkar Jakarta Gelar Bimtek Saksi demi Amankan Suara Ridwan Kamil-Suswono

Bimtek ini juga melibatkan berbagai pihak seperti Krealogi, Systemiq, Madani Berkelanjutan, dan akademisi Universitas Diponegoro sebagai fasilitator. Dengan menggunakan pendekatan Value Chain Collaborator Canvas (VC3), peserta diajak untuk memetakan potensi komoditas lestari di daerah masing-masing, mulai dari hulu hingga hilir.

"Ilmu yang kami dapatkan sangat relevan untuk menggali potensi komoditas daerah kami. Ini langkah penting untuk mendukung ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," ucap Nurhasanah, perwakilan dari Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Bogor.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Sri Agustina
R