Akurat

Pramono Anung Minta Beras Oplosan Food Station Ditarik dari Peredaran

Citra Puspitaningrum | 4 Agustus 2025, 16:29 WIB
Pramono Anung Minta Beras Oplosan Food Station Ditarik dari Peredaran

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, akhirnya bicara soal beras oplosan dengan pernyataan yang menggetarkan hati nurani publik.

Dia mengatakan bahwa beras oplosan produksi PT Food Station Tjipinang Jaya kemungkinan besar sudah terlanjur dikonsumsi masyarakat.

Langkah tegas langsung diambil orang nomor satu di Jakarta ini. Pramono memerintahkan agar seluruh produk beras keluaran Food Station segera ditarik dari peredaran, menyusul skandal memalukan yang menyeret tiga petinggi perusahaan BUMD tersebut ke dalam jerat hukum.

Baca Juga: Pramono Terima Surat Pengunduran Diri Dirut Food Station Usai Jadi Tersangka Kasus Beras Oplosan

"Kalau bisa ditarik, saya minta untuk ditarik. Tapi ini kan persoalannya mungkin sudah dikonsumsi," kata Pramono, di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Bodjonegoro, Jakarta Selatan, Senin (4/8/2025)

Tiga nama besar yang kini berstatus tersangka dalam pusaran kasus ini adalah KG selaku Direktur Utama Food Station, RL sebagai Direktur Operasional, dan RP yang menjabat Kepala Seksi Quality Control.

Menyusul status tersangka, dua pucuk pimpinan perusahaan, KG dan RL langsung mengajukan pengunduran diri.

Baca Juga: Dirut Food Station Tersangka Kasus Beras Oplosan, Distribusi Pangan di Jakarta Tidak Terganggu

Namun roda bisnis pangan di Jakarta tidak boleh macet. Pramono pun bergerak cepat.

"Saya sudah menyepakati, menyetujui dan saat itu juga saya mengangkat direktur keuangan sebagai pelaksana tugas direktur utama agar Food Station tetap berjalan dengan baik," ujarnya.

Tak hanya itu. Pramono menegaskan bahwa Pemprov Jakarta tidak akan menghalangi proses hukum yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Jadi Tersangka Kasus Beras Oplosan, 3 Petinggi Food Station Belum Ditahan

Dukungan penuh diberikan kepada aparat penegak hukum untuk membongkar dalang di balik praktik curang ini.

"Untuk hal yang berkaitan dengan proses penegakan hukum, kami memberikan support sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap dan mendalami," ujarnya.

Kini publik menanti, sejauh mana jejak beras oplosan itu telah menyebar. Apakah ada konsekuensi bagi kesehatan masyarakat? Dan siapakah yang harus bertanggung jawab atas kerugian kepercayaan ini?

Baca Juga: Dirut Food Station Jadi Tersangka Kasus Beras Oplosan, Terancam 20 Tahun Penjara

Skandal beras oplosan ini bukan sekadar soal mutu pangan. Ini soal kepercayaan rakyat yang ternodai oleh kelalaian, bahkan mungkin kesengajaan. Publik berhak tahu siapa dalang sebenarnya di balik nasi yang tersaji di meja makan.


 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.