Pramono Anung Minta Beras Oplosan Food Station Ditarik dari Peredaran

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, akhirnya bicara soal beras oplosan dengan pernyataan yang menggetarkan hati nurani publik.
Dia mengatakan bahwa beras oplosan produksi PT Food Station Tjipinang Jaya kemungkinan besar sudah terlanjur dikonsumsi masyarakat.
Langkah tegas langsung diambil orang nomor satu di Jakarta ini. Pramono memerintahkan agar seluruh produk beras keluaran Food Station segera ditarik dari peredaran, menyusul skandal memalukan yang menyeret tiga petinggi perusahaan BUMD tersebut ke dalam jerat hukum.
Baca Juga: Pramono Terima Surat Pengunduran Diri Dirut Food Station Usai Jadi Tersangka Kasus Beras Oplosan
"Kalau bisa ditarik, saya minta untuk ditarik. Tapi ini kan persoalannya mungkin sudah dikonsumsi," kata Pramono, di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Bodjonegoro, Jakarta Selatan, Senin (4/8/2025)
Tiga nama besar yang kini berstatus tersangka dalam pusaran kasus ini adalah KG selaku Direktur Utama Food Station, RL sebagai Direktur Operasional, dan RP yang menjabat Kepala Seksi Quality Control.
Menyusul status tersangka, dua pucuk pimpinan perusahaan, KG dan RL langsung mengajukan pengunduran diri.
Baca Juga: Dirut Food Station Tersangka Kasus Beras Oplosan, Distribusi Pangan di Jakarta Tidak Terganggu
Namun roda bisnis pangan di Jakarta tidak boleh macet. Pramono pun bergerak cepat.
"Saya sudah menyepakati, menyetujui dan saat itu juga saya mengangkat direktur keuangan sebagai pelaksana tugas direktur utama agar Food Station tetap berjalan dengan baik," ujarnya.
Tak hanya itu. Pramono menegaskan bahwa Pemprov Jakarta tidak akan menghalangi proses hukum yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Jadi Tersangka Kasus Beras Oplosan, 3 Petinggi Food Station Belum Ditahan
Dukungan penuh diberikan kepada aparat penegak hukum untuk membongkar dalang di balik praktik curang ini.
"Untuk hal yang berkaitan dengan proses penegakan hukum, kami memberikan support sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap dan mendalami," ujarnya.
Kini publik menanti, sejauh mana jejak beras oplosan itu telah menyebar. Apakah ada konsekuensi bagi kesehatan masyarakat? Dan siapakah yang harus bertanggung jawab atas kerugian kepercayaan ini?
Baca Juga: Dirut Food Station Jadi Tersangka Kasus Beras Oplosan, Terancam 20 Tahun Penjara
Skandal beras oplosan ini bukan sekadar soal mutu pangan. Ini soal kepercayaan rakyat yang ternodai oleh kelalaian, bahkan mungkin kesengajaan. Publik berhak tahu siapa dalang sebenarnya di balik nasi yang tersaji di meja makan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 520 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 6Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja






