Akurat

Stasiun Tanah Abang: Nadi Transportasi Jakarta yang Tak Pernah Tidur

Eko Krisyanto | 26 Juni 2025, 22:56 WIB
Stasiun Tanah Abang: Nadi Transportasi Jakarta yang Tak Pernah Tidur

AKURAT.CO Di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang tak pernah berhenti bergerak, Stasiun Tanah Abang berdiri sebagai salah satu simpul transportasi paling vital dan bersejarah di ibu kota.

Terletak strategis di jantung kota, stasiun ini tak hanya menjadi tempat naik-turun penumpang, tapi juga saksi bisu perjalanan panjang Jakarta dari masa kolonial hingga era modern.

Jejak Sejarah Sejak 1899

Stasiun Tanah Abang pertama kali dibuka pada tahun 1899, pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Awalnya, stasiun ini merupakan bagian dari jalur kereta api yang menghubungkan Batavia (Jakarta) ke Buitenzorg (Bogor).

Seiring perkembangan zaman, stasiun ini mengalami berbagai transformasi besar.

Salah satu tonggak penting adalah saat dilakukan elektrifikasi jalur kereta pada 1925, menjadikan operasional kereta lebih efisien dan menjadi awal dari sistem KRL yang kita kenal sekarang.

Kini, Stasiun Tanah Abang berkembang menjadi salah satu stasiun tersibuk di Jakarta, dengan arus penumpang mencapai puluhan ribu setiap hari.

Sebagai stasiun besar yang melayani rute KRL Commuter Line ke berbagai wilayah Jabodetabek, Stasiun Tanah Abang terus berbenah untuk memberikan layanan maksimal. Beberapa fasilitas utama yang tersedia antara lain:

Baca Juga: DPR Minta Evaluasi Usai Warga Brasil Protes Kematian Pendaki di Rinjani

  • Boarding gate otomatis dan mesin tiket mandiri untuk menghindari antrean panjang

  • Area tunggu luas dan bersih

  • Toilet dan musala yang terawat

  • Kios makanan, minuman, dan kebutuhan perjalanan

  • Akses mudah ke transportasi lanjutan seperti ojek online, taksi, dan angkutan kota

Semua fasilitas ini dirancang untuk membuat pengalaman pengguna lebih nyaman dan efisien, terutama saat jam-jam sibuk.

Stasiun Tanah Abang memegang peran strategis dalam sistem transportasi publik Jakarta karena berbagai alasan:

  • Pusat Transit Antarjurusan
    Stasiun ini merupakan titik transit utama bagi jalur Rangkasbitung Line, Serpong Line, dan Parung Panjang Line, yang semuanya terhubung ke pusat Jakarta.

  • Akses Langsung ke Pasar Tanah Abang
    Bersebelahan dengan Pasar Tanah Abang, pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara, stasiun ini menjadi pintu masuk bagi ribuan pedagang dan pembeli dari seluruh Indonesia.

  • Solusi Kemacetan Ibu Kota
    Dengan menyediakan opsi transportasi massal yang cepat dan terjangkau, Stasiun Tanah Abang membantu menekan jumlah kendaraan pribadi di jalanan Jakarta.

Agar perjalanan Anda melalui stasiun ini berjalan lancar, perhatikan beberapa tips berikut:

  • Datang lebih awal, terutama saat jam sibuk (pagi dan sore hari), untuk menghindari antrean panjang dan padatnya peron.

  • Gunakan aplikasi transportasi online untuk melanjutkan perjalanan setelah tiba, agar Anda tak perlu berebut kendaraan.

  • Siapkan kartu e-money atau aplikasi tiket digital agar proses masuk gate lebih cepat dan praktis.

  • Waspadai barang bawaan, terutama saat stasiun ramai. Pastikan tas Anda tertutup rapat dan tidak diletakkan sembarangan.

Lebih dari Sekadar Stasiun

Baca Juga: Apakah Weton Tulang Wangi di Malam 1 Suro Berbahaya? Ini Penjelasannya!

Stasiun Tanah Abang bukan hanya tempat transit—ia adalah penyambung nadi ekonomi dan sosial warga Jakarta.

Di sinilah para pekerja, pelajar, pedagang, hingga wisatawan bertemu, bergerak, dan melanjutkan aktivitasnya setiap hari.

Sebagai bagian dari wajah transportasi publik ibu kota, Stasiun Tanah Abang terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Dengan sejarah panjang, peran penting, dan fasilitas yang kian membaik, stasiun ini layak dijaga dan terus diperbaiki demi mendukung mobilitas urban yang sehat dan inklusif.

Jika Anda ingin memahami denyut Jakarta dari dekat, mulailah dari Tanah Abang—tempat di mana kota ini benar-benar hidup.

 

Laporan: Dwi Arya Rahmansyah Ramadhan/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.