Akurat

Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta Dilanjutkan, 20 Ton Bahan Semai untuk 10 Hari

Citra Puspitaningrum | 12 Maret 2025, 06:53 WIB
Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta Dilanjutkan, 20 Ton Bahan Semai untuk 10 Hari

AKURAT.CO Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali dilanjutkan untuk mencegah bencana hidrometeorologi di wilayah Provinsi Jakarta.

Pada tahap tiga kali ini, sebanyak 20 ton bahan semai disiapkan untuk 10 hari operasi, yang akan dilakukan dalam 25 sorti penerbangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, potensi pertumbuhan awan hujan cukup signifikan dengan kelembaban relatif di lapisan 3.000 kaki yang masih tergolong tinggi.

Baca Juga: Pramono Klaim Modifikasi Cuaca Berhasil Kurangi Curah Hujan di Jakarta

Plt. Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan bahwa hujan diperkirakan akan merata di wilayah Barat Pulau Jawa, terutama pada siang dan malam hari.

Namun, hujan diprediksi dapat mereda pada sore hari.

"Secara keseluruhan, curah hujan harian dalam empat hari mendatang masih diperkirakan cukup tinggi," ujar Budi di Jakarta, Selasa (11/3/2025).

Baca Juga: Mendagri: Pemda Harus Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem dan Arus Mudik Lebaran

Posko OMC di Jakarta akan beroperasi dari pagi hingga sore, dengan pelaksanaan yang juga melibatkan berbagai pihak, seperti BNPB, BPBD Provinsi Jawa Barat, TNI AU dan PT Rekayasa Atmosphere Indonesia (RAI).

Posko di Lanud Halim Perdanakusuma dan Lanud Husein Sastranegara juga berperan aktif dalam operasi ini.

Sementara, Ketua Sub Kelompok Logistik dan Peralatan BPBD Provinsi Jakarta, Michael Sitanggang, menjelaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat berupaya mengurangi ekstremitas hujan di Jakarta dan sekitarnya.

Baca Juga: Prediksi BMKG: Hujan Mendominasi Kondisi Cuaca di Mayoritas Daerah Hari Ini

"Operasi pada hari ini telah dilakukan sebanyak tiga sorti penerbangan dengan durasi enam jam 30 menit, menggunakan bahan semai NaCl sebanyak 2,4 ton," katanya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa penyemaian difokuskan pada wilayah Barat Laut, Selat Sunda, Kepulauan Seribu dan Laut Jawa.

"Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar operasi ini dapat efektif dalam mengurangi hujan ekstrem di Jakarta dan sekitarnya," ujar Sitanggang.

Baca Juga: Antisipasi Bencana Banjir, BMKG Diminta Maksimalkan Modifikasi Cuaca di Jabodetabek

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.