Ini Program-program Beken Usulan Gubernur Jakarta Pramono Anung

AKURAT.CO Pramono Anung secara resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Gubernur Jakarta. Setelah prosesi pelantikan di Istana Negara, dirinya langsung menuju Balai Kota Jakarta dan Gedung DPRD DKI Jakarta untuk menyampaikan pidato perdananya.
Baca Juga: Pramono Anung Tunggu Pelantikan Kepala Daerah, Tegaskan Patuh pada Pusat
Dalam kesempatan tersebut, Pramono menegaskan bahwa Jakarta masih berstatus sebagai ibu kota negara.
Berikut adalah beberapa poin utama dari pidato pertamanya sebagai Gubernur Jakarta pada Kamis (20/2/2025).
1. Tidak Akan Membawa Tim Sendiri ke Pemerintahan Jakarta
Dalam kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Rano Karno, Pramono menegaskan bahwa dia tidak akan membawa orang-orang dari lingkarannya untuk mengisi jabatan strategis di pemerintahan Jakarta.
Ia berkomitmen untuk bekerja sama dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah ada dan memastikan tata kelola pemerintahan berjalan profesional.
"Saya akan menjadi kondektur yang baik bagi bapak-ibu semua. Saya tidak akan membawa orang baru," ujar Pramono.
2. Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara
Meski pemindahan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur telah dirancang, Pramono menegaskan bahwa Jakarta masih menyandang status ibu kota negara.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, pemindahan ibu kota baru akan berlaku secara resmi setelah diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres). Hingga kini, Perpres tersebut belum ditandatangani oleh pemerintah.
"Sampai saat ini, Perpres pemindahan ibu kota belum diterbitkan. Bahkan, Menteri Dalam Negeri dan Presiden menyatakan bahwa Jakarta masih menjadi ibu kota negara. Oleh karena itu, dalam berbagai acara resmi, terminologi ‘Daerah Khusus Ibu Kota’ masih tetap digunakan," jelasnya dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta.
3. Pembukaan Taman Kota 24 Jam sebagai Ruang Publik
Salah satu program unggulan dalam 100 hari kerja Pramono adalah membuka taman-taman kota di Jakarta selama 24 jam. Ia ingin menjadikan taman sebagai ruang interaksi sosial, tempat berbagi cerita, serta wadah ekspresi bagi masyarakat Jakarta.
Pramono memastikan bahwa taman yang dibuka sepanjang hari akan dilengkapi dengan penerangan, keamanan, serta fasilitas CCTV agar tetap aman bagi warga. Ia menilai inisiatif ini dapat menjadi solusi untuk kebutuhan ruang publik yang nyaman, sehingga warga tak perlu lagi menggunakan mobil curhat seperti sebelumnya.
"Jakarta memiliki 2.524 taman, tetapi tidak ada yang buka di malam hari. Kami ingin beberapa taman dibuka 24 jam dengan sistem keamanan yang baik, penerangan yang cukup, serta adanya UMKM agar masyarakat memiliki tempat berbagi cerita, menyalurkan inspirasi, dan berekspresi," paparnya.
Baca Juga: Pramono Anung Yakin Patrick Kluivert Bikin Solid Timnas Indonesia
4. Menuntaskan Masalah Ijazah yang Tertahan dan Penyempurnaan KJP
Di bidang pendidikan, Pramono berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan ijazah siswa yang tertahan di sekolah. Ia juga akan memastikan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS) berjalan dengan baik, sehingga akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi warga semakin mudah.
"Kami akan memastikan bahwa ijazah-ijazah siswa yang tertahan segera diberikan kepada pemiliknya. Selain itu, kami akan memperbaiki mekanisme KJP dan KJS agar manfaatnya lebih optimal bagi masyarakat," ujar Pramono.
Dengan berbagai program yang dia paparkan, Pramono menegaskan bahwa pemerintahannya akan fokus pada penyelesaian isu-isu riil yang dihadapi warga Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









