Sejarah 5 Transportasi Umum Jakarta Di Masa Lalu, Mulai Dari Bemo Hingga Trem

AKURAT.CO Aktivitas mobilitas penduduk Jakarta dikatakan tidak ada hentinya. Sehingga, moda transportasi di Jakarta berkembang terus menerus dari waktu ke waktu.
Mulai dari moda transportasi tradisional seperti delman atau becak, hingga moda transportasi modern seperti Transjakarta dan Mass Rapid Transit (MRT).
Kedua jenis transportasi ini memberikan kontribusi besar bagi penduduk Jakarta dan sekitarnya yang membutuhkan layanan transportasi yang berkualitas.
Namun, sebelum kemunculan Transjakarta dan MRT di Indonesia, telah tersedia moda transportasi umum yang membantu aktivitas keseharian masyarakat.
Baca Juga: Tangis Haru Mama Wati Usai Bertemu Kembali Dengan Ganjar Pranowo
Berikut 5 Transportasi umum Jakarta di masa lampau beserta sejarahnya.
1. Bemo
Bemo diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1962, bersamaan dengan diselenggarakannya Ganefo (Games of Emerging Forces), acara olahraga alternatif sebanding dengan Olimpiade.
Bemo dihadirkan sebagai alternatif transportasi pengganti becak, dengan kemampuan membawa penumpang lebih banyak dan lebih efisien.
Pada tahun 1970-an, bemo akhirnya dilarang beroperasi di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya. Meski demikian, bemo masih dapat ditemui di daerah pedesaan atau pinggiran kota Jakarta hingga awal tahun 2000-an.
2. Delman
Pada zaman kolonial, delman menjadi moda transportasi umum yang sering digunakan.
Delman merupakan kereta beroda dua yang ditarik oleh kuda, dan menjadi transportasi favorit bagi penduduk kota Batavia (nama Jakarta pada masa itu). Nama ‘delman’ diambil dari nama penemunya, yaitu Ir. Charles Theodore Deeleman.
Cara menggunakannya adalah dengan seorang kusir yang duduk di depan untuk mengendalikan jalannya kuda, sedangkan penumpang duduk di belakang
3. Trem
Trem adalah alat transportasi yang mirip dengan kereta api, tetapi beroperasi di tengah kota. Pada awalnya, trem ditarik oleh sepasang kuda.
Namun, di awal tahun 1990-an, trem beralih menggunakan mesin uap dan kemudian mengadopsi mesin listrik pada tahun 1930-an.
Sayangnya, trem kurang diminati dan akhirnya operasi transportasi ini dihentikan pada tahun 1960-an karena dianggap sebagai penyebab kemacetan di Jakarta.
Sebagai gantinya, bus kota dari Perum PPD dan operator swasta menjadi moda transportasi massal di Jakarta hingga kini.
4. Becak
Becak sempat menjadi moda transportasi umum Jakarta yang sangat populer di masa lalu. Kendaraan tiga roda ini sering dijumpai di Indonesia, terutama di Jakarta.
Becak dioperasikan oleh manusia dengan menggoesnya seperti sepeda, dan biasanya dapat menampung dua penumpang.
Baca Juga: Fitur Baru Di Instagram Stories Bisa Bikin Stiker Dari Foto Di Galeri Ponsel, Simak Caranya!
Namun, seiring berkembangnya waktu, keberadaan becak mulai meredup karena dianggap lamban dan dinilai seperti alat transportasi yang memanfaatkan tenaga manusia secara eksploitatif.
5. Bus Kota
Sebelum bus Trans Jakarta mulai beroperasi di jalanan Ibukota, bus kota telah menjadi pilihan utama sebagai moda transportasi umum di kalangan sebagian besar warga Jakarta.
Pada tahun 1950-an, bus Robur dari Jerman Timur dan Ikarus dari Hongaria menjadi pilihan utama sebagai bus kota.
Baru pada tahun 1969, Indonesia menerima bantuan sekitar 4000 unit bus Dodge dari Amerika sebagai bagian dari bantuan yang berlanjut hingga tahun 1974.
Bus kota ini dioperasikan oleh Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD) dan beberapa perusahaan operator swasta.
Kemudian pada tahun 1980-an keberadaan bus Dodge ini berakhir dan digantikan oleh bus buatan Jepang dan Eropa.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 6Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







