Misbakhun: Konsumsi Akan Naik Kalau Masyarakat Punya Pekerjaan

AKURAT.CO Target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6% pada 2027 dinilai membutuhkan lebih dari sekadar peningkatan belanja pemerintah.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menyebut, investasi dan penciptaan lapangan kerja menjadi mata rantai penting sebelum konsumsi rumah tangga bisa tumbuh lebih tinggi.
Menurutnya, konsumsi masyarakat tidak dapat dilepaskan dari kemampuan masyarakat memperoleh penghasilan.
"Parameter pertumbuhan itu pertama kita harus kemudian meningkatkan konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga itu hanya bisa dicapai kalau masyarakat punya pekerjaan," kata Misbakhun usai sidang paripurna nota keuangan di komplek parlemen, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: Misbakhun: Danantara Tak Asal Biayai Proyek
Persoalannya, penciptaan lapangan kerja membutuhkan aktivitas ekonomi baru. Karena itu, investasi menjadi salah satu faktor yang dinilai menentukan.
"Dan pekerjaan yang baru itu hanya bisa dicapai dengan investasi," ujarnya.
Skema tersebut dapat digambarkan dalam satu rantai. Investasi masuk ke sektor riil, kegiatan produksi berkembang, perusahaan membutuhkan tenaga kerja, pendapatan masyarakat meningkat, kemudian konsumsi rumah tangga terdorong.
Konsumsi yang meningkat selanjutnya dapat memperbesar aktivitas ekonomi domestik.
Misbakhun mengatakan pemerintah perlu memperkuat konsolidasi di sektor komoditas dan mineral. Ia juga menyinggung pembentukan Bursa Komoditas dan Mineral sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem tersebut.
Selain itu, pemerintah diharapkan dapat menarik dana yang saat ini berada di luar negeri untuk masuk ke sektor produktif di Indonesia.
Misbakhun menyebut Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) sebagai salah satu instrumen yang diharapkan dapat menarik dana tersebut.
"PFII ini, Pusat Finansial Internasional Indonesia ini diharapkan akan menarik dana-dana yang berada di luar negeri, dana-dana besar untuk melakukan investasi di Indonesia, investasi di sektor riil," ujarnya.
Menurut dia, dana yang masuk ke sektor riil diharapkan tidak berhenti sebagai aliran modal, tetapi menghasilkan kegiatan ekonomi yang menciptakan lapangan pekerjaan.
"Dengan investasi di sektor riil ini, diharapkan mereka akan menciptakan lapangan pekerjaan dan tentunya semakin banyak orang untuk bekerja di Indonesia," kata Misbakhun.
Selain investasi swasta, proyek pemerintah juga dinilai perlu segera menghasilkan dampak ekonomi.
Misbakhun menyoroti proyek-proyek yang telah melakukan groundbreaking, termasuk pembangunan di IKN. Menurutnya, proyek tersebut perlu bergerak dari tahap pembangunan menuju realisasi investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Baca Juga: Misbakhun: APBN 2027 Tembus Rp4.000 T, Ekonomi Dikejar 6 Persen
"Nusantara juga harus mulai merealisasikan semua proyek-proyek yang selama ini groundbreaking oleh Bapak Presiden untuk kemudian memberikan dampak terhadap secara riil, terhadap realisasi investasi, penciptaan lapangan pekerjaan," katanya.
Ia juga menyebut pembangunan 3 juta rumah sebagai sektor yang dapat memberikan efek terhadap kredit dan sektor riil.
Pembangunan rumah membutuhkan pembiayaan, tenaga kerja, bahan bangunan hingga berbagai kegiatan ekonomi pendukung.
"Optimalisasi terhadap target 3 juta rumah harus segera diakselerasi, karena itu memberikan dorongan yang kuat terhadap ekspansi kredit konsumen perumahan dan sebagainya," ujar Misbakhun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 7Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN
- 10Kejagung Limpahkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ke JPU, Dakwaan Disiapkan










