Blokade Iran Tekan Rupiah 16 Poin ke Level Rp17.143

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah ditutup melemah 16 poin (0,09%) ke level Rp17.143 per USD pada perdagangan Rabu (15/4/2026), di tengah penguatan indeks dolar AS yang dipicu eskalasi geopolitik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyebut penguatan dolar AS terjadi seiring meningkatnya ketidakpastian global akibat langkah militer terbaru Washington.
“Indeks dolar AS menguat pada Rabu, didorong eskalasi geopolitik setelah blokade laut terhadap Iran,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Komando Pusat AS menyatakan blokade pelabuhan Iran telah “sepenuhnya diterapkan” dan menghentikan seluruh aktivitas perdagangan laut keluar-masuk Iran. Kebijakan ini diambil hanya dua hari setelah operasi dimulai, menyusul gagalnya pembicaraan gencatan senjata antara AS dan Iran di Pakistan.
Di pasar domestik, rupiah sempat melemah hingga 20 poin sebelum ditutup turun 16 poin ke Rp17.143 dari posisi sebelumnya Rp17.127 per USD. Untuk perdagangan berikutnya, rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.140–Rp17.180 per USD.
Langkah blokade ini meningkatkan risiko gangguan distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis yang menyuplai sekitar 20% konsumsi minyak dunia. Kawasan ini sejak lama menjadi titik krusial konflik Timur Tengah dan pernah mengalami ketegangan serupa pada periode 2019–2020.
Eskalasi terbaru muncul setelah konflik antara AS, Israel, dan Iran meningkat sejak awal 2026. Iran sebelumnya merespons tekanan dengan memperketat kontrol di Selat Hormuz, memicu kekhawatiran gangguan rantai pasok energi global.
Di sisi lain, upaya diplomasi masih berlangsung. AS disebut tengah mendorong perundingan lanjutan sebelum masa gencatan senjata berakhir, sementara Israel dan Lebanon juga memulai negosiasi langsung di Washington sebagai bagian dari upaya de-eskalasi kawasan.
Ketegangan geopolitik ini berdampak langsung pada proyeksi ekonomi global dan domestik. Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5% pada 2026, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 5,1%.
Secara global, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia melambat ke 3,1% pada 2026 akibat konflik Timur Tengah dan tekanan perdagangan internasional. Bank Dunia juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% pada 2026, turun dari estimasi sebelumnya 4,8%.
Sementara itu, Asian Development Bank (ADB) masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan Indonesia di level 5,2% untuk 2026–2027, didorong oleh konsumsi domestik dan belanja infrastruktur.
Tekanan eksternal ini turut memicu sentimen risk-off di pasar keuangan global, di mana investor cenderung beralih ke aset aman seperti dolar AS. Kondisi tersebut berdampak pada pelemahan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Pergerakan rupiah dan stabilitas ekonomi Indonesia akan sangat bergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama terkait keamanan distribusi energi global.
Jika eskalasi berlanjut dan mengganggu pasokan minyak dunia, tekanan terhadap inflasi dan nilai tukar diperkirakan meningkat. Sebaliknya, keberhasilan negosiasi damai berpotensi meredakan volatilitas pasar dan memperbaiki sentimen investor dalam jangka pendek.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








