Prospek Cerah, Purbaya: Ekonomi RI Bisa Ekspansi Sampai 2033

AKURAT.CO Prospek ekonomi Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memproyeksikan ekonomi nasional akan memasuki fase ekspansi yang sehat dalam tujuh hingga sepuluh tahun ke depan, atau setidaknya hingga 2033.
Dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026, Purbaya menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa didorong menuju 6% pada tahun ini, sekaligus menjaga stabilitas fiskal dalam jangka menengah.
Proyeksi ekonomi Indonesia 2033 ini menjadi sinyal penting bagi pelaku usaha, investor, hingga generasi muda usia produktif yang mencermati arah pertumbuhan ekonomi, peluang kerja, serta stabilitas kebijakan fiskal.
Baca Juga: Purbaya Segel 3 Gerai Tiffany & Co Imbas Penyelundupan dan Underinvoicing
Dengan kombinasi manajemen defisit, pengendalian utang, dan optimalisasi penerimaan pajak, pemerintah menilai fondasi ekspansi ekonomi Indonesia kian menguat.
Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen: Strategi Fiskal Jadi Kunci
Berbicara usai acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Purbaya menegaskan pemerintah akan mengupayakan pertumbuhan ekonomi mendekati 6%.
“Prospek kita akan baik tahun ini, kita coba dorong ke 6 persen (pertumbuhan ekonomi). Sepuluh tahun ke depan, kita kelihatannya masuk masa ekspansi yang sehat. Kita bisa ekspansi itu sampai dengan 2033,” kata Purbaya di Jakarta, Sabtu (14/2/2026) .
Menurut dia, optimisme tersebut bukan sekadar retorika. Pemerintah akan menjaga disiplin fiskal dengan memastikan rasio defisit APBN terhadap produk domestik bruto (PDB) tetap berada di bawah 3%.
Belanja negara tetap didorong secara terukur untuk menjaga momentum pertumbuhan, tanpa mengorbankan stabilitas makroekonomi. Rasio utang pemerintah pun ditargetkan tetap stabil dan secara bertahap menurun seiring meningkatnya penerimaan negara.
“Saya pikir nanti ketika ekonomi lebih bagus, pendapatan pajak dan bea cukai kita juga akan bagus, sehingga utang kita bisa kita tekan perlahan-lahan ke bawah,” ujarnya.
Siklus Ekonomi: Dari Ekspansi, Resesi, Lalu Bangkit Lagi
Dalam sesi diskusi panel, Purbaya menjelaskan bahwa siklus ekonomi secara umum bergerak dari fase ekspansi menuju resesi, lalu kembali ke fase ekspansi berikutnya.
Fase ekspansi biasanya berlangsung sekitar tujuh hingga sepuluh tahun. Setelah itu, ekonomi berpotensi mengalami resesi singkat sekitar satu tahun sebelum kembali tumbuh.
Dirinya mencatat, Indonesia pernah mengalami fase ekspansi panjang pada periode 2009 hingga 2020. Namun, pandemi COVID-19 memicu kontraksi ekonomi dan membawa Indonesia ke fase resesi.
Indikator LEI dan CEI Menguat, Sinyal Akselerasi Pertumbuhan
Purbaya juga menyinggung dua indikator penting, yakni Leading Economic Index (LEI) dan Coincident Economic Index (CEI).
LEI, yang memproyeksikan arah ekonomi dalam enam hingga 12 bulan ke depan, sempat mengalami penurunan. Namun dalam beberapa bulan terakhir, indeks tersebut mulai menunjukkan tren kenaikan.
Sementara itu, CEI yang mencerminkan kondisi ekonomi saat ini juga mulai bergerak naik.
Menurut Purbaya, peningkatan gradien kedua indeks tersebut menjadi sinyal bahwa ekonomi Indonesia berpotensi memasuki fase pertumbuhan yang lebih cepat dalam waktu dekat.
Dengan pengelolaan kebijakan yang konsisten dan terarah, ia optimistis momentum ekspansi bisa bertahan hingga 2033.
Dampak ke Lapangan Kerja dan Visi Indonesia Emas
Seiring fase ekspansi ekonomi yang diproyeksikan berlangsung hingga satu dekade, pemerintah meyakini ketersediaan lapangan kerja akan semakin luas.
Ekspansi yang sehat diharapkan mendorong investasi, memperkuat sektor riil, dan membuka peluang kerja baru, terutama bagi generasi muda yang memasuki usia produktif.
Purbaya pun meminta publik tidak khawatir terhadap prospek ekonomi jangka menengah Indonesia.
“Jadi kelihatannya, kita ada kemungkinan besar bisa membawa ekonomi Indonesia ke Indonesia Emas, bukan Indonesia suram,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini






