Akurat

Kadin Taksir Dampak Ekonomi Libur Imlek 2026 Tembus Rp9 Triliun

Yosi Winosa | 17 Februari 2026, 19:51 WIB
Kadin Taksir Dampak Ekonomi Libur Imlek 2026 Tembus Rp9 Triliun

AKURAT.CO Libur Tahun Baru Imlek atau Lunar New Year pada awal tahun 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu pendorong utama aktivitas ekonomi di Indonesia pada kuartal pertama tahun ini.

Menurut proyeksi Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, total pengeluaran masyarakat di seluruh negeri selama periode perayaan diperkirakan mencapai lebih dari USD500 juta atau sekitar Rp9 triliun, yang terutama berasal dari sektor perjalanan, belanja, dan konsumsi keluarga.

Perayaan Imlek di Indonesia, yang jatuh pada pertengahan Februari 2026, tidak hanya dirayakan oleh komunitas Tionghoa, tetapi juga menarik perhatian masyarakat luas melalui festival budaya, pertemuan keluarga, dan kegiatan komersial di berbagai kota besar.

Baca Juga: Sempat Terdampak Luapan Air, KAI Pastikan Perjalanan KA Aman Selama Libur Imlek 2026

Selama masa liburan, banyak orang memanfaatkan waktu ini untuk berwisata, mengunjungi sanak keluarga, dan melakukan pembelanjaan di pusat perbelanjaan atau pasar tradisional.

Peningkatan Perjalanan dan Pariwisata di Seluruh Negeri

Perayaan Imlek tahun ini juga memicu lonjakan perjalanan domestik di berbagai wilayah Indonesia. Banyak warga yang melakukan perjalanan ke kampung halaman atau tujuan wisata untuk merayakan bersama keluarga, yang mendorong tren kenaikan permintaan tiket transportasi, hotel, restoran, dan kegiatan rekreasi lainnya.

Suasana perayaan di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan sejumlah kota besar lainnya dipenuhi aktivitas ramai dengan dekorasi khas Imlek, pertunjukan budaya, serta atraksi barongsai dan liong.

Peran Pemerintah dan Pelaku Usaha dalam Mendorong Ekonomi Lokal

Pemerintah provinsi dan pengelola pusat perbelanjaan di Jakarta, misalnya, secara aktif menggelar festival, promosi penjualan, dan acara budaya untuk meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus mendorong konsumsi.

Program semacam ini tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha besar, tetapi juga membantu memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor ritel, kuliner, dan pariwisata.

Kemeriahan Imlek pun dijadikan momentum untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mempererat kebersamaan di tengah masyarakat, menyatukan warga dari berbagai latar belakang dalam merayakan tradisi sambil turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Momentum Ekonomi di Tengah Hari Libur Nasional

Perayaan Imlek tahun 2026 juga terjadi di tengah rangkaian libur nasional Indonesia yang termasuk dalam kalender ekonomi, setelah periode libur akhir tahun dan menjelang Ramadan.

Gabungan dari berbagai perayaan ini membuat aktivitas konsumsi masyarakat meningkat signifikan pada awal tahun, sehingga dapat memberikan dampak berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.