Sukseskan Indonesia Emas 2045, Kadin Dukung MPPN 2025-2029
Hefriday | 8 Oktober 2025, 13:29 WIB

AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan dukungannya terhadap peluncuran Master Plan Produktivitas Nasional (MPPN) 2025–2029, yang disusun oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama Asian Productivity Organization (APO).
Dokumen strategis ini dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Wakil Ketua Umum Bidang Perencanaan Nasional Kadin Indonesia, Bayu Priawan Djokosoetono, mengatakan MPPN 2025–2029 akan menjadi panduan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan produktivitas nasional secara inklusif dan berkelanjutan.
“Ini menjadi momen penting bagi kami untuk menyampaikan pandangan konkret kepada Bappenas dan kementerian terkait agar iklim produktivitas nasional dapat terus meningkat,” ujar Bayu di Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Menurut Bayu, penyusunan master plan ini melibatkan serangkaian konsultasi multipihak, termasuk kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan dunia usaha.
Kadin, sebagai representasi sektor swasta, turut memberikan masukan strategis agar kebijakan yang dihasilkan relevan dengan kebutuhan industri dan mampu menjawab tantangan global.
Dirinya menegaskan, peningkatan produktivitas nasional tidak hanya bergantung pada teknologi dan investasi, tetapi juga pada pembangunan kapasitas manusia di sektor publik dan swasta.
Kadin pun berkomitmen mendukung program penguatan kompetensi aparatur pemerintah agar menjadi motor penggerak efisiensi ekonomi.
"Kami mendukung para pegawai pemerintah agar terus menjadi investasi konkret bagi kemajuan bangsa. Kami juga mengajak para pengusaha untuk yakin bahwa berinvestasi di Indonesia aman, dengan iklim usaha yang semakin kondusif,” kata Bayu.
Kadin menilai, keberhasilan MPPN akan ditentukan oleh sejauh mana pemerintah dan sektor usaha mampu menciptakan sinergi kebijakan produktivitas yang terukur, mulai dari peningkatan kualitas tenaga kerja, digitalisasi industri, hingga pengembangan inovasi berbasis riset dan teknologi.
Selain memberikan dukungan, Bayu juga menyoroti tantangan struktural yang dihadapi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).
Bayu juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang stabil di atas 6–7% per tahun merupakan prasyarat untuk mencapai visi Indonesia Emas.
"Bagaimana keluar dari middle income trap? Mau tidak mau, ekonomi harus tumbuh hingga 7 persen, bahkan dalam RPJP saat ini ditargetkan mencapai 8 persen. Salah satu kuncinya adalah mendorong kreativitas,” tegasnya.
Menurut Bayu, sektor swasta memiliki peran krusial dalam menciptakan lapangan kerja produktif dan memperluas basis ekonomi kreatif nasional.
Untuk itu, Kadin mendorong pemerintah agar memperkuat kebijakan insentif bagi investasi di sektor inovatif, seperti teknologi informasi, energi baru terbarukan, agribisnis modern, dan industri hijau.
Dirinya menambahkan, dalam lima tahun ke depan, Kadin akan berfokus pada tiga agenda utama, yaitu mendorong digitalisasi usaha mikro dan kecil, memperkuat rantai pasok industri nasional, dan membangun kolaborasi lintas sektor guna menciptakan efisiensi dan nilai tambah di setiap wilayah ekonomi.
Bayu juga menilai bahwa implementasi MPPN harus disertai dengan pengawasan berbasis indikator produktivitas yang terukur agar kebijakan tidak berhenti di tataran dokumen.
Dirinya berharap pemerintah dapat menetapkan sistem pemantauan yang melibatkan lembaga independen dan dunia usaha untuk menjamin transparansi serta efektivitas pelaksanaannya.
"Master plan ini jangan hanya menjadi rencana di atas kertas. Harus ada mekanisme yang memastikan setiap target produktivitas benar-benar tercapai,” ujarnya.
Sebagai bagian dari kolaborasi nasional, Kadin Indonesia berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam pelaksanaan MPPN 2025–2029, baik melalui riset kebijakan, pelatihan tenaga kerja, maupun fasilitasi investasi di sektor produktif.
“Tujuan akhirnya sederhana, menciptakan ekonomi yang tumbuh cepat tapi merata, produktif tapi berkelanjutan,” tukas Bayu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









