Akurat

Tarif IEEPA Dibatalkan, Industri Tunggu Mekanisme Refund

Andi Syafriadi | 22 Februari 2026, 08:10 WIB
Tarif IEEPA Dibatalkan, Industri Tunggu Mekanisme Refund

AKURAT.CO Putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) yang membatalkan tarif darurat membuka peluang pengembalian dana hingga USD170 miliar kepada importir.

Sejumlah sektor dinilai paling terdampak dan berpotensi menerima restitusi terbesar.

Mengutip dari laman bloomberg, industri tekstil, mainan, serta makanan dan minuman termasuk yang paling besar mengimpor barang jadi yang terdampak tarif IEEPA. Sementara untuk impor komponen, sektor mesin, elektronik, dan otomotif tercatat paling signifikan.

Diketahui hingga 14 Desember 2025, U.S. Customs and Border Protection telah memungut sekitar USD170 miliar tarif. Lebih dari 300.000 importir disebut telah membayar bea yang kini disengketakan.

Baca Juga: Wall Street Menguat Usai MA AS Batalkan Tarif Resiprokal Trump

Mahkamah Agung menyatakan penggunaan IEEPA untuk tarif tidak sah, namun tidak memutuskan soal kewajiban pengembalian. Sengketa dilanjutkan di U.S. Court of International Trade.

Secara historis, pengadilan tersebut pernah menangani pengembalian pajak pelabuhan pada tahun 1998 dengan nilai fantastis sebesar USD750 juta. Namun nilai sengketa saat ini jauh lebih besar, baik dari sisi nominal maupun jumlah pihak yang terlibat.

Dari perspektif perusahaan, ukuran usaha menjadi faktor penting. Importir besar yang membayar langsung bea masuk berpotensi menerima pengembalian langsung, sementara perusahaan kecil yang membeli lewat distributor mungkin tidak otomatis memperoleh restitusi.

Baca Juga: MA AS Batalkan Tarif Resiprokal Trump, RI Tak Perlu Ratifikasi ART

Pemerintah membuka kemungkinan membatasi pihak yang memenuhi syarat, termasuk meminta bukti bahwa tarif tidak dialihkan ke konsumen. Proses administrasi juga diperkirakan memerlukan dokumentasi rinci per pengiriman.

Sehingga, ketidakpastian refund dapat memengaruhi arus kas perusahaan, strategi harga, serta keputusan investasi jangka pendek. Sektor konstruksi dan manufaktur dinilai rentan karena bergantung pada komponen impor.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.