Akurat

AS Khawatir Kanada Jadi Jalur Masuk Barang Murah China

Demi Ermansyah | 27 Januari 2026, 10:30 WIB
AS Khawatir Kanada Jadi Jalur Masuk Barang Murah China

AKURAT.CO Pemerintah Amerika Serikat (AS) menilai kebijakan dagang terbaru Kanada terhadap China berpotensi mengganggu struktur rantai pasok Amerika Utara yang selama ini sangat terintegrasi.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent menyoroti keputusan Ottawa menurunkan tarif kendaraan listrik China menjadi 6% serta menghapus pajak tambahan 100% untuk puluhan ribu unit..

Menurutnya, langkah tersebut bisa membuka celah bagi produk murah asal China masuk ke pasar AS secara tidak langsung.

“Kita memiliki pasar yang sangat terintegrasi dengan Kanada. Barang-barang dapat melintasi perbatasan selama proses produksi hingga enam kali,” kata Bessent dikutip dari laman Reuters.

Scott menegaskan, AS tidak dapat membiarkan Kanada menjadi jalur masuk bagi produk murah China, terutama di sektor otomotif yang sangat sensitif secara industri dan politik di dalam negeri AS.

Baca Juga: Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9% di 2025 Meski Tertekan Tarif AS

Ancaman yang disampaikan tidak main-main. Bessent menyebut Kanada dapat dikenai tarif 100% dari AS jika menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan China dan membiarkan barang-barang China masuk ke rantai pasok AS melalui wilayahnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan kekhawatiran Washington bahwa perbedaan kebijakan tarif antara AS dan Kanada dapat dimanfaatkan produsen China. Dalam skema ini, barang masuk ke Kanada dengan tarif lebih rendah, lalu bergerak melintasi perbatasan sebagai bagian dari proses produksi regional.

Presiden Donald Trump juga menggemakan kekhawatiran itu. Dalam unggahan di Truth Social, ia memperingatkan bahwa jika Kanada mencoba menjadi “pintu masuk” bagi China, maka konsekuensinya akan berat.

Ketegangan ini kontras dengan posisi Ottawa. Perdana Menteri Mark Carney menyebut kesepakatannya dengan Presiden China Xi Jinping bertujuan memperbaiki hubungan dagang dan membuka jalan penurunan tarif China atas biji rapa Kanada.

Baca Juga: Ekspor Ponsel Samsung dari Vietnam Merosot akibat Ketidakpastian Tarif AS

Dari sisi Kanada, Menteri Dominic LeBlanc menegaskan negaranya tidak mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China. Ia menyebut langkah yang diambil lebih berfokus pada penyelesaian sengketa tarif, bukan pergeseran strategi besar ke arah Beijing.

Meski demikian, dinamika ini berpotensi memengaruhi negosiasi ulang Perjanjian Perdagangan AS-Meksiko-Kanada (USMCA) yang dijadwalkan berlangsung pada musim panas. Perjanjian tersebut menjadi fondasi integrasi industri Amerika Utara, khususnya otomotif, manufaktur, dan pertanian.

Jika ketegangan meningkat, pelaku industri berisiko menghadapi ketidakpastian kebijakan, potensi tarif tambahan, serta gangguan alur pasokan lintas batas yang selama ini menopang efisiensi produksi regional.

Dalam konteks persaingan strategis AS–China, isu tarif tidak lagi sekadar soal bea masuk, tetapi juga menyangkut keamanan rantai pasok, perlindungan industri domestik, dan posisi geopolitik negara-negara mitra. Kanada kini berada di persimpangan antara menjaga akses pasar China dan mempertahankan hubungan ekonomi paling vitalnya dengan AS.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.