Akurat

IPR Desember 2025 Tembus 4,4 Persen, Sinyal Penguatan Konsumsi Masyarakat

Yosi Winosa | 12 Januari 2026, 23:10 WIB
IPR Desember 2025 Tembus 4,4 Persen, Sinyal Penguatan Konsumsi Masyarakat

AKURAT.CO Kinerja penjualan ritel Indonesia diprakirakan tetap tumbuh pada Desember 2025, seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat di akhir tahun.

Bank Indonesia (BI) melalui Survei Penjualan Eceran (SPE) memproyeksikan Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh 4,4% secara tahunan (year-on-year/yoy), mencapai 231,7.

Proyeksi ini mencerminkan daya beli masyarakat yang masih terjaga, terutama menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bagi sektor ritel, khususnya di tengah dinamika inflasi dan perubahan pola belanja generasi muda.
 
Data BI menunjukkan bahwa konsumsi tidak hanya didorong kebutuhan pokok, tetapi juga barang pendukung gaya hidup, hiburan, hingga otomotif. 
 
 
Kondisi tersebut membuat prospek penjualan ritel akhir tahun tetap menarik dicermati oleh pelaku usaha, investor, maupun masyarakat luas.

Suku Cadang hingga Makanan Jadi Penopang Utama Penjualan

Kinerja penjualan eceran Desember 2025 terutama ditopang oleh pertumbuhan beberapa kelompok barang utama. Berikut beberapa kelompok dengan pertumbuhan tertinggi.

Pertama, suku cadang dan aksesori, kedua makanan, minuman, dan tembakau, ketiga barang budaya dan rekreasi, keempat bahan bakar kendaraan bermotor.

Kuatnya penjualan kelompok tersebut mencerminkan kombinasi antara kebutuhan mobilitas, konsumsi rumah tangga, dan peningkatan belanja rekreasi selama libur panjang akhir tahun.

Tumbuh 4 % Secara Bulanan

Secara bulanan, penjualan eceran Desember 2025 diprakirakan tumbuh 4,0% (month-to-month/mtm). Angka ini meningkat signifikan dibandingkan November 2025 yang hanya mencatat pertumbuhan 1,5% (mtm).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa kenaikan ini didorong oleh hampir seluruh kelompok barang.

“Secara bulanan, penjualan eceran pada Desember 2025 diprakirakan tumbuh sebesar 4,0 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 1,5 persen (mtm),” ujar Ramdan dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).

Nataru Dorong Konsumsi Elektronik hingga Perlengkapan Rumah Tangga

Momentum Natal dan Tahun Baru menjadi katalis penting peningkatan konsumsi. BI mencatat, lonjakan penjualan terutama terjadi pada, peralatan informasi dan komunikasi, barang budaya dan rekreasi, perlengkapan rumah tangga lainnya, makanan, minuman, dan tembakau.

Pola ini sejalan dengan tren belanja masyarakat, khususnya generasi muda, yang cenderung meningkatkan pengeluaran untuk gadget, hiburan, dan kebutuhan rumah menjelang libur akhir tahun.

Realisasi IPR November 2025 Lebih Tinggi dari Perkiraan

Sementara itu, realisasi IPR November 2025 menunjukkan performa yang lebih kuat. Secara tahunan, penjualan ritel tumbuh 6,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat 4,3% (yoy).

Pertumbuhan tersebut kembali ditopang oleh suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, dan tembakau, barang budaya dan rekreasi.

Secara bulanan, penjualan ritel November 2025 tumbuh 1,5% (mtm), didorong peningkatan permintaan menjelang HBKN.

BI Waspadai Tekanan Inflasi Jelang Ramadan 2026

Dari sisi harga, BI memprakirakan tekanan inflasi dalam jangka pendek cenderung meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH).

IEH Februari 2026 tercatat 168,6, naik dari 163,2, dipengaruhi ekspektasi kenaikan harga menjelang Ramadan 1447 H.

IEH Mei 2026 justru menurun ke 154,5, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya 161,7.

Tren ini mengindikasikan tekanan harga bersifat sementara dan berpotensi mereda setelah periode puncak konsumsi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa