Bencana Sumatera Berdampak ke Target Pertumbuhan, Pemerintah Kebut Rehabilitasi Infrastruktur

AKURAT.CO Pemerintah memastikan akan menjalankan program perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur di wilayah yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan langkah terstruktur untuk memulihkan kondisi daerah yang mengalami kerusakan berat akibat bencana pada akhir November 2025.
“Kita prihatin dengan situasi yang ada, dan tentu akan ada program untuk perbaikan infrastruktur ke depannya, rehabilitasi,” ujarnya di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Menurut dia, skala kerusakan yang terjadi membuat proses pemulihan membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, terutama terkait percepatan pembangunan kembali fasilitas publik seperti jembatan, akses jalan, dan jaringan air bersih.
Pemerintah juga disebut akan memperkuat mitigasi bencana agar kejadian serupa tidak menimbulkan dampak besar di masa mendatang.
Baca Juga: Mentan Pastikan Pasokan Beras ke Sumatera Lancar
Airlangga mengakui bencana di tiga provinsi tersebut berpotensi memberi tekanan terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan mencapai 5,6% tahun ini. Aktivitas ekonomi di daerah terdampak diperkirakan akan melambat seiring lumpuhnya infrastruktur dasar. “Memang pertumbuhan di daerah bencana dipastikan akan turun yaitu Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat,” katanya.
Untuk itu, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan relaksasi bagi pelaku usaha, khususnya UMKM yang paling merasakan dampak gangguan aktivitas ekonomi.
Airlangga menyampaikan bahwa izin untuk menerapkan kebijakan tersebut sudah tersedia dan akan diaktifkan sesuai kebutuhan daerah terdampak. “Ya nanti, kita sudah memberikan relaksasi untuk UMKM, regulasinya sudah ada dan itu bisa berlaku otomatis. Iya tentu (ada) restrukturisasi dan penghapusan kredit macet,” tegasnya.
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat membantu pelaku usaha mempertahankan kegiatan ekonomi dan mengurangi tekanan finansial selama masa pemulihan.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada penghujung November 2025 menjadi salah satu kejadian alam terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan tingginya tingkat kerusakan dan korban jiwa.
Hingga 4 Desember, BNPB mencatat 776 orang meninggal dunia dan 564 lainnya masih hilang. Total warga terdampak mencapai 3,2 juta jiwa dengan ribuan di antaranya harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Jumlah ini diperkirakan masih dapat bertambah seiring dilakukannya pendataan lanjutan.
Selain menelan korban jiwa, bencana tersebut merusak rumah warga serta sejumlah fasilitas umum. Jembatan, saluran air, sekolah, rumah ibadah, hingga lahan pertanian mengalami kerusakan berat sehingga menghambat aktivitas masyarakat dan distribusi bantuan.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mempercepat proses tanggap darurat, pemulihan, dan rehabilitasi. Airlangga memastikan langkah-langkah strategis akan dijalankan untuk memulihkan kembali perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat di tiga provinsi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










