Akurat

Trump Siapkan Langkah Lawan Dominasi China di Sektor Mineral

Andi Syafriadi | 26 Oktober 2025, 11:10 WIB
Trump Siapkan Langkah Lawan Dominasi China di Sektor Mineral

AKURAT.CO Perang dagang Amerika Serikat dan China kini memasuki babak baru yakni perebutan kendali atas mineral penting dunia. Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping dijadwalkan bertemu langsung di sela-sela KTT APEC di Korea Selatan pekan depan untuk membahas isu ini.

Logam tanah jarang, yang menjadi bahan utama bagi teknologi canggih seperti kendaraan listrik dan persenjataan modern, menjadi fokus utama pembicaraan kedua negara.

China selama ini memegang kendali atas lebih dari 70% pasokan global, menjadikannya pemain dominan dalam rantai industri strategis tersebut.

Baca Juga: Pengakuan Dua Negosiator Donald Trump Merasa Dikhianati Israel

Namun, Trump bertekad mengubah peta kekuatan itu. Dalam lawatan ke Asia, ia berupaya menjalin kesepakatan dengan sejumlah negara seperti Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan untuk memperkuat pasokan alternatif.

“AS tidak akan membiarkan satu negara mengendalikan sumber daya penting dunia,” tegas Trump dalam pernyataan sebelum keberangkatan dikutip dari laman bloomberg,  Minggu (26/10/2025).

Pemerintah AS juga tengah menyiapkan langkah hukum untuk menyelidiki apakah China melanggar perjanjian dagang sebelumnya. Jika terbukti, Washington membuka peluang memberlakukan tarif tambahan terhadap produk asal Beijing.

Selain isu mineral, Trump juga akan mendorong kelanjutan pembelian kedelai AS oleh China serta kerja sama menekan peredaran fentanil (narkotika sintetis) yang menjadi perhatian serius di Amerika.

Baca Juga: Donald Trump Kesal dengan Foto Sampul Majalah TIME: “Rambut Saya Hilang!”

Pengamat menilai pertemuan Trump dan Xi kali ini bukan hanya soal dagang, tetapi juga simbol pertarungan kepemimpinan ekonomi global.

“Siapa yang menguasai mineral penting, dialah yang menguasai masa depan teknologi,” ucap analis hubungan internasional dari Harvard, Mark Reynolds.

Dengan taruhan sebesar itu, hasil pertemuan kedua pemimpin akan sangat menentukan arah geopolitik dan ekonomi dunia dalam beberapa tahun ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.