Lonjakan Laba Industri China Terancam Lemahnya Permintaan Domestik

AKURAT.CO Kenaikan laba industri China sebesar 20,4% pada Agustus membawa angin segar bagi sektor manufaktur yang sempat tertekan selama beberapa bulan terakhir.
Namun, para analis mengingatkan bahwa perbaikan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan pemulihan yang berkelanjutan karena berbagai tantangan struktural masih membayangi.
Seperti yang diketahui sebelumnya, pertumbuhan ekonomi China menunjukkan tanda-tanda perlambatan memasuki kuartal ketiga 2025.
Baca Juga: Kebijakan Pengendalian Kapasitas Dorong Laba Industri China Melonjak
Belanja infrastruktur yang sebelumnya menjadi motor penggerak utama kehilangan momentum, sementara krisis properti yang berkepanjangan terus menekan permintaan domestik terhadap bahan industri seperti baja dan semen.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa lonjakan laba pada Agustus bisa bersifat sementara.
“Meskipun data laba menunjukkan perbaikan, ketergantungan terhadap stimulus pemerintah masih tinggi. Permintaan riil dari sektor swasta belum pulih,” ujar Analis Senior di Shanghai Economic Forum, Chen Wei dikutip dari laman reuters.
Selain itu, ketidakpastian global turut membayangi prospek industri China. Potensi kebijakan tarif baru dari Amerika Serikat dan perlambatan ekonomi mitra dagang utama dapat menekan ekspor, yang selama ini menjadi penyumbang signifikan bagi pendapatan industri.
Baca Juga: Gandeng China, Indonesia Siap Perluas Pasar Ekspor Industri Halal
Secara kumulatif, laba industri delapan bulan pertama tahun ini hanya tumbuh 0,9%, menunjukkan bahwa sektor manufaktur masih dalam tahap awal pemulihan.
Pemerintah diperkirakan perlu mengeluarkan kebijakan lanjutan untuk memperkuat permintaan dalam negeri sekaligus meningkatkan daya saing industri di pasar global.
Kenaikan laba pada Agustus menjadi sinyal positif bahwa langkah-langkah stabilisasi mulai efektif. Namun, keberlanjutan tren ini akan sangat ditentukan oleh kemampuan China menghadapi hambatan struktural yang kompleks di sektor domestik maupun eksternal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 5Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









