Akurat

Ekspor SDA dan Manufaktur Jadi Penopang Surplus Perdagangan RI Juni 2025

Andi Syafriadi | 2 Agustus 2025, 17:20 WIB
Ekspor SDA dan Manufaktur Jadi Penopang Surplus Perdagangan RI Juni 2025

AKURAT.CO Kinerja ekspor berbasis sumber daya alam (SDA) dan produk manufaktur menjadi tulang punggung surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2025.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus perdagangan sebesar USD4,10 miliar , yang sebagian besar disumbang oleh ekspor nonmigas.

Ekspor nonmigas tercatat mencapai USD22,33 miliar dengan surplus USD5,21 miliar. Angka ini menunjukkan ketangguhan sektor ekspor Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Baca Juga: BPS: Harga Pangan Picu Inflasi Juli 2025 Capai 2,37 Persen

Produk unggulan ekspor mencakup lemak dan minyak hewani/nabati, serta produk kimia yang termasuk dalam sektor manufaktur.

Merespon hal tersebut, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa tren positif ini memperlihatkan kapasitas industri dalam negeri untuk bersaing di pasar global.

“Kombinasi ekspor SDA dan manufaktur memperlihatkan struktur ekspor yang semakin beragam. Ini mendukung ketahanan eksternal ekonomi nasional,” kata Ramdan dalam pernyataan resminya, Jumat (1/8/2025).

Baca Juga: BPS: Dampak Nyata Stimulus Ekonomi Masih Perlu Kajian Mendalam

Selain peningkatan ekspor, penurunan impor migas juga berperan menekan defisit migas. Pada Juni 2025, defisit migas menurun menjadi USD1,11 miliar, lebih kecil dibandingkan bulan sebelumnya.

Ekspor ke negara-negara utama seperti China, Amerika Serikat, dan India masih mendominasi, mencerminkan pentingnya pasar internasional bagi komoditas Indonesia.

"Oleh karena itu, kami akan terus menegaskan komitmen terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait, demi menjaga stabilitas eksternal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.