ULN Swasta Terus Menyusut, Pemerintah Jadi Penopang Pembiayaan

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mencatat adanya pergeseran struktur Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025, di mana peran pemerintah semakin dominan di tengah kontraksi ULN sektor swasta.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan posisi ULN Indonesia secara keseluruhan turun menjadi USD423,9 miliar. Secara tahunan, pertumbuhannya relatif terbatas sebesar 0,3% (yoy).
ULN pemerintah menjadi penopang utama dengan nilai mencapai USD210,5 miliar atau tumbuh 4,7% (yoy). Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh aliran masuk investasi asing pada SBN internasional, seiring terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.
Baca Juga: KPK Buka Peluang Terapkan Pasal Suap dalam Kasus Dugaan Korupsi CSR BI–OJK
“Sebagai instrumen pembiayaan APBN, ULN pemerintah dikelola secara akuntabel dan diarahkan untuk mendukung program prioritas pembangunan,” kata Ramdan.
Pemanfaatan ULN pemerintah tersebar pada sektor-sektor strategis, seperti jasa kesehatan dan kegiatan sosial, administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib, pendidikan, konstruksi, hingga transportasi dan pergudangan. Mayoritas ULN pemerintah juga berbentuk utang jangka panjang, sehingga risiko pembiayaannya relatif lebih terkelola.
Di sisi lain, ULN swasta tercatat sebesar USD190,7 miliar, menurun dibandingkan September 2025. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi sebesar 1,9%, baik pada perusahaan lembaga keuangan maupun nonlembaga keuangan.
BI mencatat ULN swasta terbesar masih berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian. Keempat sektor tersebut menyumbang lebih dari 80% dari total ULN swasta.
Baca Juga: BI Soroti Peran Diplomasi Ekonomi di Tengah Tekanan Global 2025
Kontraksi ULN swasta mencerminkan sikap kehati-hatian pelaku usaha dalam menarik pembiayaan luar negeri di tengah ketidakpastian global, sekaligus meningkatnya optimalisasi pembiayaan domestik.
Meski demikian, BI menegaskan struktur ULN Indonesia tetap berada pada level yang sehat. Rasio ULN terhadap PDB tercatat 29,3% dengan dominasi utang jangka panjang mencapai 86,2% dari total ULN.
Ke depan, BI dan pemerintah akan terus mengoptimalkan peran ULN untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, sembari meminimalkan risiko terhadap stabilitas makroekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 720 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








