Akurat

BPS: Harga Pangan Picu Inflasi Juli 2025 Capai 2,37 Persen

Demi Ermansyah | 1 Agustus 2025, 17:05 WIB
BPS: Harga Pangan Picu Inflasi Juli 2025 Capai 2,37 Persen

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Juli 2025 mencapai 2,37%. Inflasi tersebut dipicu terutama oleh kenaikan harga pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.

“Secara year-on-year, pada Juli 2025 terjadi inflasi sebesar 2,37 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,09 pada Juli 2024 menjadi 108,60 pada Juli 2025,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (1/8/2025).

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi tahunan sebesar 3,75% dan memberikan andil tertinggi terhadap inflasi keseluruhan, yakni 1,08%. Komoditas utama penyumbang inflasi di kelompok ini adalah bawang merah (0,18%), tomat (0,16%), dan beras (0,15%).

Baca Juga: Hitungan Kemiskinan Versi BPS dan Bank Dunia, Cek Standar Indonesia Sekarang!

BPS mencatat bahwa tekanan harga pada pangan kembali menguat setelah sempat melandai pada bulan sebelumnya.

“Tren ini menunjukkan perlunya perhatian terhadap ketahanan pasokan pangan, khususnya menjelang musim kemarau,” kata Pudji.

Selain itu, komponen harga bergejolak turut menyumbang inflasi sebesar 3,82% secara tahunan, dengan andil sebesar 0,62%. Lagi-lagi, bawang merah, tomat, dan beras menjadi penyumbang utama inflasi dalam komponen ini.

Baca Juga: Celios Desak Reformasi Data Kemiskinan, Kritik Metode BPS yang Sudah Usang

Sementara itu, kelompok pengeluaran informasi, komunikasi, dan jasa keuangan justru mengalami deflasi tahunan sebesar 0,02%, yang didorong oleh penurunan harga telepon seluler.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.