Akurat

The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga, Pasar Keuangan Global Hadapi Ketidakpastian Baru

Demi Ermansyah | 30 Juli 2025, 09:15 WIB
The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga, Pasar Keuangan Global Hadapi Ketidakpastian Baru

AKURAT.CO Harapan pelaku pasar terhadap sinyal kuat penurunan suku bunga acuan dari Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), kembali menghadapi ketidakpastian. Dalam pertemuan kebijakan 29–30 Juli, para pengambil keputusan di The Fed diprediksi akan mempertahankan suku bunga untuk kelima kalinya secara berturut-turut.

Gubernur The Fed, Jerome Powell diperkirakan tidak akan memberikan indikasi pasti mengenai waktu pelonggaran kebijakan moneter. Menurut para analis, pendekatan Powell kemungkinan besar tetap berhati-hati hingga tersedia lebih banyak data ekonomi, terutama jelang pertemuan September mendatang.

“Tidak diragukan FOMC akan mempertahankan suku bunga. Namun, apakah mereka akan memberi sinyal pemangkasan, itu masih belum jelas,” ujar Kepala Ekonom Bank Policy Institute, Bill Nelson dikutip dari laman reuters.

Baca Juga: Masuk Bursa Calon Gubernur The Fed, Waller Tegaskan Kredibilitas

Ketidakpastian tersebut menciptakan volatilitas di pasar keuangan global. Pelaku pasar telah memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga pada September mencapai lebih dari 60 persen.

Namun, lanjut Bill, keputusan akhir sangat bergantung pada data inflasi, ketenagakerjaan, dan belanja konsumen dalam beberapa bulan ke depan.

Sentimen pasar semakin dipengaruhi oleh adanya kemungkinan perbedaan suara di tubuh Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Dua pejabat senior The Fed, Christopher Waller dan Michelle Bowman, telah mengindikasikan dukungan terhadap pelonggaran kebijakan lebih cepat.

Jika keduanya menyatakan dissenting opinion dalam pengumuman kebijakan, maka ini akan menjadi kasus langka sejak 1993, ketika dua gubernur menolak keputusan mayoritas.

Tentunya hal tersebut bisa menjadi sinyal awal, bahwa perubahan arah kebijakan semakin dekat.

Namun di sisi lain, The Fed juga harus mempertimbangkan dampak politik. Desakan dari Presiden Donald Trump dan isu renovasi kantor The Fed senilai USD2,5 miliar menambah tekanan terhadap independensi lembaga tersebut.

Baca Juga: Trump Ingin Ganti Ketua The Fed, Ancaman Terhadap Independensi Menguat

Sebagai informasi, Powell dijadwalkan akan mengadakan konferensi pers pada Rabu (30/7) pukul 14.30 waktu Washington, yang kemungkinan besar dimanfaatkan untuk menegaskan kembali posisi The Fed yang berbasis pada data dan tidak tunduk pada tekanan politik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.