The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga, Pasar Keuangan Global Hadapi Ketidakpastian Baru

AKURAT.CO Harapan pelaku pasar terhadap sinyal kuat penurunan suku bunga acuan dari Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), kembali menghadapi ketidakpastian. Dalam pertemuan kebijakan 29–30 Juli, para pengambil keputusan di The Fed diprediksi akan mempertahankan suku bunga untuk kelima kalinya secara berturut-turut.
Gubernur The Fed, Jerome Powell diperkirakan tidak akan memberikan indikasi pasti mengenai waktu pelonggaran kebijakan moneter. Menurut para analis, pendekatan Powell kemungkinan besar tetap berhati-hati hingga tersedia lebih banyak data ekonomi, terutama jelang pertemuan September mendatang.
“Tidak diragukan FOMC akan mempertahankan suku bunga. Namun, apakah mereka akan memberi sinyal pemangkasan, itu masih belum jelas,” ujar Kepala Ekonom Bank Policy Institute, Bill Nelson dikutip dari laman reuters.
Baca Juga: Masuk Bursa Calon Gubernur The Fed, Waller Tegaskan Kredibilitas
Ketidakpastian tersebut menciptakan volatilitas di pasar keuangan global. Pelaku pasar telah memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga pada September mencapai lebih dari 60 persen.
Namun, lanjut Bill, keputusan akhir sangat bergantung pada data inflasi, ketenagakerjaan, dan belanja konsumen dalam beberapa bulan ke depan.
Sentimen pasar semakin dipengaruhi oleh adanya kemungkinan perbedaan suara di tubuh Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Dua pejabat senior The Fed, Christopher Waller dan Michelle Bowman, telah mengindikasikan dukungan terhadap pelonggaran kebijakan lebih cepat.
Jika keduanya menyatakan dissenting opinion dalam pengumuman kebijakan, maka ini akan menjadi kasus langka sejak 1993, ketika dua gubernur menolak keputusan mayoritas.
Tentunya hal tersebut bisa menjadi sinyal awal, bahwa perubahan arah kebijakan semakin dekat.
Namun di sisi lain, The Fed juga harus mempertimbangkan dampak politik. Desakan dari Presiden Donald Trump dan isu renovasi kantor The Fed senilai USD2,5 miliar menambah tekanan terhadap independensi lembaga tersebut.
Baca Juga: Trump Ingin Ganti Ketua The Fed, Ancaman Terhadap Independensi Menguat
Sebagai informasi, Powell dijadwalkan akan mengadakan konferensi pers pada Rabu (30/7) pukul 14.30 waktu Washington, yang kemungkinan besar dimanfaatkan untuk menegaskan kembali posisi The Fed yang berbasis pada data dan tidak tunduk pada tekanan politik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya








