Akurat

Kebijakan DHE Dorong Penguatan Rupiah, Arus Modal Asing Tetap Masuk

Demi Ermansyah | 28 Juli 2025, 19:45 WIB
Kebijakan DHE Dorong Penguatan Rupiah, Arus Modal Asing Tetap Masuk

AKURAT.CO Pemerintah menilai tren penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) didorong oleh kombinasi faktor struktural dan kebijakan fiskal-moneter yang konsisten.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut aliran modal masuk yang terjaga, persepsi positif investor terhadap fundamental ekonomi nasional, serta optimalisasi devisa hasil ekspor (DHE) sebagai pendorong utama apresiasi nilai tukar.

“Konversi valuta asing oleh eksportir pasca penguatan kebijakan DHE turut memperkuat rupiah,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (28/7/2025).

Baca Juga: Rupiah Terjun 43,5 Poin ke Rp16.363,5

Seperti yang diketahui, nilai tukar rupiah di pasar off shore sempat tertekan tajam di awal kuartal II-2025 akibat ketidakpastian global. Pada April 2025, rupiah menyentuh Rp16.865 per dolar AS. Namun pada 30 Juni 2025, rupiah berhasil menguat ke Rp16.235 per dolar AS, dan tetap stabil di kisaran Rp16.315 pada akhir Juli.

"Oleh sebab itu, penguatan ini tidak hanya mencerminkan optimisme terhadap perekonomian Indonesia, tetapi juga menunjukkan efektivitas respons moneter Bank Indonesia (BI)," tegasnya.

Ditambah, lanjut Menkeu, intervensi BI di pasar valas, termasuk di pasar NDF (non-deliverable forward), dinilai turut meredam gejolak volatilitas rupiah.

Baca Juga: Telkomsel Hadirkan Program Undian SIMPATI HOKI Berhadiah Miliaran Rupiah, Lengkapi Ragam Keuntungan Digital Lifestyle SIMPATI

Meskipun begitu, Kementerian Keuangan memperkirakan tren stabilitas rupiah akan berlanjut dengan dukungan koordinasi kebijakan antar lembaga, terutama dalam menjaga inflasi dan memperkuat cadangan devisa.

"kami tentu akan terus mendorong agar kebijakan DHE semakin diperluas cakupannya agar lebih banyak sektor strategis yang terdampak," ucapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.