Wang Yi Desak ASEAN Perkuat Solidaritas Asia Hadapi Tarif Trump

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri China, Wang Yi menyerukan pentingnya solidaritas dan keterbukaan di antara negara-negara Asia Tenggara di tengah meningkatnya tekanan tarif dari Amerika Serikat.
Mengutip dari laman reuters, dalam pertemuan antara China dan ASEAN yang digelar di Kuala Lumpur, Kamis (10/7/2025) lalu, Wang menekankan bahwa negara-negara Asia harus bersatu dan memperkuat nilai-nilai regional untuk mempertahankan stabilitas ekonomi dan politik kawasan.
“Bersama negara-negara ASEAN, kami akan memajukan nilai-nilai Asia yang menjunjung tinggi perdamaian, kerja sama, keterbukaan, dan inklusivitas,” kata Wang dalam pernyataannya.
Baca Juga: Gelar Pertemuan Tertutup, Prabowo dan Menlu China Bahas Kerjasama Bidang Pertahanan
Seruan ini datang setelah Presiden AS Donald Trump mulai memberlakukan tarif tinggi terhadap sejumlah negara Asia Tenggara.
Seperti yang diketahui, mulai 1 Agustus, barang-barang dari Malaysia akan dikenai tarif 25%, sedangkan produk dari Indonesia menghadapi bea masuk sebesar 32%. Negara lain seperti Laos, Myanmar, Kamboja, dan Thailand juga terdampak dengan tarif antara 36% hingga 40%.
China menilai langkah proteksionis tersebut dapat memperlemah stabilitas kawasan dan memicu ketegangan perdagangan yang lebih luas.
Oleh karena itu dirinya mendorong ASEAN dan China untuk mengambil peran lebih aktif dalam menciptakan tatanan ekonomi regional yang adil dan inklusif, terutama dalam konteks kebangkitan negara-negara berkembang atau Global South.
Baca Juga: Tarif Trump Mengguncang BRICS, Tekanan Politik dalam Balutan Perdagangan
“Ini adalah momen penting bagi Asia untuk melakukan revitalisasi kolektif, memperkuat otonomi strategis, dan tidak terjebak dalam konflik kekuatan besar,” ujar Wang.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio juga menghadiri pertemuan tersebut. Namun hingga sampai saat ini belum ada konfirmasi mengenai kemungkinan pertemuan bilateral antara Rubio dan Wang, untuk saling membuka jalan bagi dialog tingkat tinggi antara Presiden Trump dan Presiden China Xi Jinping.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta








