The Fed Beri Sinyal Dua Kali Pemangkasan Suku Bunga, Tarif Jadi Variabel Kunci

AKURAT.CO Gubernur Federal Reserve Bank of San Francisco, Mary Daly, menyampaikan bahwa skenario dua kali pemangkasan suku bunga sepanjang 2025 tetap menjadi proyeksi utama, meskipun masih terdapat ketidakpastian yang tinggi terkait dampak tarif terhadap inflasi.
Pernyataan Daly memperkuat sinyal bahwa bank sentral Amerika Serikat bersiap melakukan pelonggaran moneter secara bertahap pada paruh kedua tahun ini.
Dalam forum diskusi virtual yang diselenggarakan Market News International (MNI), Kamis (10/7/2025) waktu setempat, Daly menyebut bahwa perusahaan-perusahaan saat ini tengah mengupayakan strategi untuk menyerap sebagian beban tarif, sehingga tekanan terhadap harga konsumen tidak meningkat signifikan.
“Ketika biaya tambahan akibat tarif mencapai konsumen akhir, ternyata bebannya tidak sebesar yang diperkirakan karena sebagian dapat dikompensasi dari margin,” ujar Daly.
Baca Juga: Banggar DPR Desak Pemerintah Siapkan Strategi Hadapi Kenaikan Tarif Trump 32 Persen
Meskipun begitu, perbedaan pandangan antarpejabat The Fed masih mewarnai arah kebijakan moneter ke depan.
Risalah rapat kebijakan bulan Juni mengindikasikan adanya ketidaksepakatan dalam memprediksi seberapa besar dampak tarif terhadap inflasi.
Beberapa pejabat memperkirakan dampak tarif hanya bersifat satu kali (one-off effect), sementara yang lain menilai ada potensi tekanan harga yang lebih persisten.
Sejalan dengan Daly, Gubernur The Fed St. Louis, Alberto Musalem, mengingatkan bahwa efek tarif membutuhkan waktu untuk sepenuhnya terakumulasi dalam sistem ekonomi.
“Kita mungkin akan melihat dampaknya secara lebih konkret pada kuartal ketiga atau keempat 2025,” kata Musalem dalam diskusi di St. Louis.
Baca Juga: Tarif Trump Mengguncang BRICS, Tekanan Politik dalam Balutan Perdagangan
Para investor saat ini memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama akan dilakukan pada September, bertepatan dengan pertemuan The Fed yang dijadwalkan pada 29–30 Juli mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









