Akurat

Indonesia Dorong Diplomasi Ekonomi Hadapi Tarif Impor AS

Demi Ermansyah | 9 Juli 2025, 17:40 WIB
Indonesia Dorong Diplomasi Ekonomi Hadapi Tarif Impor AS

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia masih terus mengupayakan jalur diplomasi ekonomi untuk menekan kebijakan tarif impor 32% dari Amerika Serikat.

Meskipun Presiden AS Donald Trump belum mengubah keputusan tarif yang diumumkan pada April 2025, Indonesia menegaskan posisi strategisnya sebagai mitra dagang yang krusial di kawasan Asia-Pasifik.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyampaikan bahwa proposal negosiasi yang diajukan Indonesia justru mendapatkan apresiasi dari pihak AS.

Baca Juga: Erick: Dirut Garuda dan Pertamina Ikut ke AS Buat Nego Tarif Trump

“Proposal kita mendapat pujian dan dijadikan contoh oleh negara lain. Tapi keputusan akhir ada di tangan Presiden Trump,” ujar Haryo dalam media briefing di Jakarta, Rabu (9/7/2025).

Indonesia menyampaikan seluruh dokumen dan memenuhi permintaan AS, termasuk menekan defisit perdagangan lewat skema business to business dan peningkatan investasi dua arah.

Pemerintah juga menyoroti kekayaan sumber daya alam sebagai nilai tambah dalam hubungan bilateral.

Menurut Haryo, meski surat dari AS menyebut penerapan tarif berlaku mulai Agustus, Indonesia belum menganggap negosiasi selesai.

"Kami masih melihat peluang. Indonesia bukan hanya negara berkembang biasa, tetapi mitra strategis dalam rantai pasok global,” tegasnya.

Baca Juga: Hadapi Tarif Trump, RI Dekati Raksasa Migas AS

Diplomasi ekonomi Indonesia kini difokuskan pada penguatan argumentasi mengenai peran RI dalam stabilitas perdagangan regional, sekaligus memastikan akses pasar tetap terbuka di tengah tren proteksionisme global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.