Akurat

Erick: Dirut Garuda dan Pertamina Ikut ke AS Buat Nego Tarif Trump

Camelia Rosa | 9 Juli 2025, 12:15 WIB
Erick: Dirut Garuda dan Pertamina Ikut ke AS Buat Nego Tarif Trump

AKURAT.CO Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membenarkan keterlibatan sejumlah perusahaan pelat merah sebagai pendukung tim negosiasi untuk meraih kesepakatan tarif dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Untuk diketahui, perwakilan perusahaan pelat merah yang ikut dalam rombongan tim negosiasi Indonesia ke AS yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto diantaranya Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri dan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Wamildan Tsani Panjaitan.

"Iya dong (ikut ke sana), karena mereka menjadi bagian dari sistem pendukung untuk menjaga transaksi," jelas Erick ketika ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (8/7/2025).

Baca Juga: Erick Thohir Usulkan Tambahan Anggaran Kementerian BUMN 2026 Jadi Rp604 Miliar

Ia menuturkan keterlibatan Garuda Indonesia dalam kunjungan ke AS tersebut berkaitan dengan rencana pengadaan pesawat dari produsen pesawat Boeing.

Oleh karena itu, maskapai berkode emiten GIAA tersebut telah memiliki kontrak baru dengan perusahaan asal AS untuk memenuhi kebutuhan armada.

"Termasuk pengadaan pesawat terbang, karena memang kita masih kurang," ungkapnya.

Baca Juga: Erick Targetkan Setoran Dividen Perum di 2026 Tembus Rp300 Miliar

Sementara Pertamina, lanjut Erick, menjadi bagian dari upaya penguatan kerja sama energi dengan AS. Pasalnya, Indonesia berencana membeli produk energi seperti liquefied petroleum gas (LPG), hingga minyak mentah (crude) dari AS senilai USD15,5 miliar.

“(Untuk Pertamina) yang tadi pembelian minyak, crude oil,” kata Erick.

Ia menambahkan, tidak hanya BUMN, sejumlah pelaku usaha swasta juga diajak pemerintah dalam mendukung misi negosiasi tersebut.

Beberapa di antaranya berasal dari sektor industri pangan dan perdagangan, seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT FKS Food Sejahtera Tbk, serta sejumlah asosiasi.

"Jadi enggak hanya dari BUMN, dari private sector (swasta) juga banyak. Ada dari Indofood, ada dari FKS, terus ada dari asosiasi," pungkas Erick.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.