Akurat

Scott Bessent dan Kevin Warsh Siap Berebut Kursi Gubernur The Fed

Demi Ermansyah | 11 Juni 2025, 17:15 WIB
Scott Bessent dan Kevin Warsh Siap Berebut Kursi Gubernur The Fed

AKURAT.CO Bursa calon Gubernur Federal Reserve (The Fed) mulai mengerucut. Dua nama mencuat sebagai kandidat terkuat pengganti Jerome Powell, yakni Menteri Keuangan, Scott Bessent dan mantan pejabat The Fed, Kevin Warsh. Persaingan keduanya mencerminkan pertarungan pengaruh elite ekonomi di lingkaran dekat Presiden Donald Trump.

Scott Bessent selama ini dikenal sebagai tangan kanan Trump dalam perumusan kebijakan fiskal, termasuk dalam negosiasi perdagangan AS-China.

Meski belum dikonfirmasi secara resmi, sejumlah sumber internal pemerintahan menyebut bahwa Bessent menjadi kandidat kuat, mengingat kedekatannya dengan Presiden dan perannya dalam menjalankan agenda ekonomi Gedung Putih.

Baca Juga: Trump Kembali Desak The Fed untuk Pangkas Suku Bunga Hingga 1%

"Dia bukan hanya bintang di kabinet, tetapi juga orang yang dapat diandalkan bagi pasar modal global," kata Mantan Kepala Strategi Gedung Putih, Steve Bannon.

Namun, nama Kevin Warsh tak bisa diabaikan. Ia pernah menjabat sebagai anggota dewan The Fed dari 2006 hingga 2011 dan dikenal sebagai sosok konservatif dalam pendekatan moneter.

Trump sendiri memuji Warsh sebagai tokoh yang “sangat dihormati,” membuka peluang besar bagi kembalinya Warsh ke jajaran bank sentral tertinggi.

Dukungan terhadap Warsh datang dari ekonom Arthur Laffer. “Saya pikir Kevin Warsh sangat cocok untuk posisi itu,” ujarnya.

Baca Juga: Pasar Tenaga Kerja AS Melemah, The Fed Diminta Waspada Dampak Tarif

Kedua tokoh memiliki rekam jejak berbeda—Bessent dari jalur fiskal dan Warsh dari jalur moneter. Pilihan Trump akan menunjukkan arah kebijakan ekonomi AS ke depan, apakah lebih mengutamakan loyalitas dan eksekusi agenda politik, atau mempertahankan pendekatan tradisional dan teknokratis dalam pengelolaan moneter nasional.

Proses wawancara formal belum dimulai. Namun, spekulasi mengenai siapa yang akan menduduki posisi penting ini menghangat, seiring dengan meningkatnya tekanan terhadap The Fed dalam menghadapi dampak perang dagang dan ketidakpastian ekonomi global.

Dalam waktu dekat, keputusan Presiden Trump akan menjadi sorotan utama pasar. Siapa pun yang terpilih akan membawa konsekuensi luas bagi ekonomi domestik maupun stabilitas pasar global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.