Akurat

PBoC Tambah Cadangan Emas di Tengah Tren Dedolarisasi

Hefriday | 7 Juni 2025, 15:58 WIB
PBoC Tambah Cadangan Emas di Tengah Tren Dedolarisasi

AKURAT.CO Bank Sentral China kembali memperkuat posisi emasnya dengan menambah cadangan logam mulia tersebut pada Mei 2025.

Langkah ini menandai bulan ketujuh berturut-turut Negeri Tirai Bambu meningkatkan kepemilikan emas, seiring dengan gelombang de-dolarisasi dan meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Mengutip dari berbagai sumber, Sabtu (7/6/2025), cadangan emas China mencapai 73,83 juta ons troi pada akhir Mei. Angka ini naik dari 73,77 juta ons troi pada bulan sebelumnya.

Meskipun volume emas bertambah, nilai cadangan secara nominal justru menurun menjadi USD241,99 miliar, dibandingkan USD243,59 miliar pada April. Penurunan tersebut dikaitkan dengan fluktuasi harga emas dunia.

Kenaikan cadangan emas ini sejalan dengan tren global yang menunjukkan ketertarikan bank sentral terhadap logam mulia sebagai upaya mitigasi risiko keuangan.

Baca Juga: Di Hadapan IMF, PBoC Beberkan Strategi Moneter

Konsultan logam mulia Metals Focus memprediksi bahwa total pembelian emas oleh bank sentral di seluruh dunia dapat mencapai 1.000 ton sepanjang 2025. 

Jika proyeksi ini tercapai, maka tahun ini akan menjadi tahun keempat berturut-turut terjadinya pembelian besar-besaran oleh otoritas moneter global.

Menurut Metals Focus, salah satu pendorong utama pembelian emas adalah keinginan banyak negara untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
 
Hal ini didorong oleh kekhawatiran terhadap ketidakpastian fiskal Amerika Serikat dan potensi kebijakan ekonomi agresif dari Presiden Donald Trump yang kembali menjabat.
 
Ketidakstabilan tersebut dinilai telah mengikis kepercayaan terhadap dolar sebagai aset lindung nilai utama.

Dari sisi lain, harga emas global menunjukkan performa yang luar biasa sepanjang 2025. Hingga April lalu, harga emas melonjak 29% dan sempat menembus rekor tertinggi di angka USD3.500 per ons troi.
 
Lonjakan harga ini turut dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik serta kekhawatiran terhadap kebijakan tarif dan perdagangan yang kembali diberlakukan oleh Amerika Serikat.

Meski harga emas menanjak tajam, permintaan dari sektor bank sentral justru tetap stabil. Laporan Metals Focus menunjukkan bahwa pembelian emas oleh bank sentral pada kuartal pertama 2025 masih konsisten dengan rata-rata kuartalan selama tiga tahun terakhir.
 
Beberapa negara yang tercatat sebagai pembeli aktif antara lain Polandia, Azerbaijan, dan China. Bahkan, arus masuk emas ke Iran juga dilaporkan meningkat.

Sementara itu, lonjakan harga emas justru berdampak negatif terhadap industri perhiasan. Produksi perhiasan emas global turun 9% menjadi 2.011 ton pada 2024, dan diprediksi akan kembali turun sebesar 16% tahun ini.
 
Penurunan ini paling banyak terjadi di pasar utama seperti India dan China yang mengalami tekanan akibat mahalnya bahan baku emas.

Dari sisi proyeksi harga, Metals Focus memperkirakan harga emas rata-rata sepanjang tahun 2025 akan naik hingga 35%, melanjutkan tren kenaikan 23% pada tahun sebelumnya.
 
Dengan target harga rata-rata berada di kisaran USD3.210 per ons troi, analis memperkirakan momentum bullish ini masih akan berlanjut hingga 2026, jika ketidakpastian global tidak mereda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa