Akurat

Federal Reserve Waspadai Dampak Tarif, Tunda Pemangkasan Suku Bunga

Demi Ermansyah | 3 Juni 2025, 18:05 WIB
Federal Reserve Waspadai Dampak Tarif, Tunda Pemangkasan Suku Bunga

AKURAT.CO Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) tampaknya masih akan menahan diri untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Ketidakpastian yang timbul akibat kebijakan tarif Presiden Donald Trump menjadi salah satu alasan utama kehati-hatian The Fed dalam mengambil langkah lanjutan terkait kebijakan moneternya.

Gubernur Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, menyampaikan bahwa meskipun ekonomi AS masih menunjukkan tanda-tanda kekuatan, risiko terhadap inflasi dan pasar tenaga kerja tetap harus diwaspadai, khususnya akibat kebijakan perdagangan yang berubah-ubah.

Baca Juga: The Fed Waspadai Kenaikan Inflasi, Pilih Strategi Wait and See Untuk Pemangkasan Suku Bunga

“Dampak langsung dalam data memang masih kecil sejauh ini. Namun, kami tidak tahu apakah kondisi ini akan bertahan satu atau dua bulan ke depan,” kata Goolsbee dikutip dari laman reuters.

Sejak akhir 2024, The Fed telah melakukan serangkaian pemangkasan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun sepanjang 2025, langkah itu belum dilanjutkan. Para pejabat Fed tampaknya memilih untuk menunggu dan melihat perkembangan ekonomi global serta ketegangan perdagangan sebelum melakukan perubahan kebijakan berikutnya.

Mandat ganda The Fed yakni menjaga stabilitas harga dan penciptaan lapangan kerja masih menjadi fokus utama. Menurut Goolsbee, apabila gejolak perdagangan dapat diredam, kedua tujuan tersebut bisa tetap tercapai dan menjadi dasar bagi pelonggaran moneter lebih lanjut.

“Kami harus memastikan bahwa langkah apa pun yang diambil tetap sesuai dengan mandat, dan tidak memicu ketidakstabilan baru,” tegas Goolsbee.

Baca Juga: Ketidakpastian Ekonomi Bayangi The Fed, Penurunan Suku Bunga Ditunda Hingga September Mendatang

Pertemuan kebijakan The Fed selanjutnya akan digelar pada 17–18 Juni. Berdasarkan proyeksi pasar, besar kemungkinan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini. Investor menilai pemangkasan suku bunga baru akan dilakukan pada akhir tahun, setelah ketidakpastian perdagangan mereda.

Pengamat ekonomi menilai kehati-hatian The Fed cukup masuk akal, terutama di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

“Dengan tekanan tarif yang bisa berdampak pada harga barang dan distribusi, langkah menahan suku bunga adalah pilihan yang moderat,” ujar ekonom dari New York University, Laura Cheng.

Langkah The Fed yang mengedepankan kehati-hatian ini juga menjadi sinyal bagi pelaku pasar untuk menata ulang ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter AS ke depan, terutama jika tensi perdagangan terus meningkat di bawah administrasi Trump.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.