Akurat Logo

Pendapatan Bea Cukai AS Tembus Rekor, Target Trump Tetap Meleset

Demi Ermansyah | 25 Mei 2025, 20:30 WIB
Pendapatan Bea Cukai AS Tembus Rekor, Target Trump Tetap Meleset

 

AKURAT.CO Departemen Keuangan Amerika Serikat mencatat rekor baru dalam pendapatan harian dari bea cukai yang mencapai USD16,5 miliar, atau sekitar Rp267,58 triliun. Capaian ini berasal dari pembayaran bulanan para importir untuk barang-barang yang tiba di pelabuhan pada April 2025.

Peningkatan tersebut mencerminkan dampak penuh dari kebijakan tarif universal Presiden Donald Trump yang untuk pertama kalinya diterapkan secara luas.

Sebagian besar importir diketahui melakukan pembayaran bea masuk secara bulanan, tepat sebulan setelah barang masuk ke pelabuhan.

Dikutip dari laman bloomberg, Departemen Keuangan mengungkapkan bahwa tenggat pembayaran untuk pengiriman bulan April jatuh pada Rabu lalu. Dengan demikian, total pendapatan tarif dan cukai bulan ini diperkirakan mencapai USD22,3 miliar, angka tertinggi secara bulanan dalam sejarah bea cukai AS.

Baca Juga: Saham Eropa Naik, Pasar Global Sambut Pemangkasan Tarif AS-China

Meski pendapatan bea cukai melonjak, target ambisius Trump untuk mengumpulkan USD2 miliar dollar per hari masih jauh dari terealisasi. Di sisi lain, kebijakan tarif Trump juga terus berubah.

Terbaru, ia mengancam menerapkan tarif 50% atas barang dari Uni Eropa serta tarif 25% kepada Apple dan Samsung jika kedua perusahaan teknologi itu tak memindahkan produksi ke dalam negeri.

Kebijakan ini memicu ketidakpastian di pasar global, terlebih Trump juga mengancam menerapkan tarif balasan terhadap berbagai negara. Ancaman tersebut sementara ditangguhkan selama 90 hari, menyusul aksi jual besar-besaran surat berharga AS.

Baca Juga: Dihantui Tarif AS, Vietnam Tetap Kukuh Jaga Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Beberapa ekonom memperingatkan bahwa langkah proteksionis ini bisa berdampak negatif terhadap perdagangan global dan rantai pasok internasional. “Pendapatan bea cukai memang naik, tetapi biaya ekonomi yang ditimbulkan bisa jauh lebih besar dalam jangka panjang,” ujar seorang analis ekonomi di Washington.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.