HUT ke-80 RI Jadi Momen Dorong Ekonomi Kebangsaan Berbasis Generasi Muda
Hefriday | 18 Mei 2025, 20:46 WIB

AKURAT.CO Panitia HUT RI 80 Gedung Joang 45 (PPGJ) dan Panitia HUT RI 80 Monumen Proklamasi (PKB-PPK), menggagas kegiatan kolaboratif yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mengandung potensi besar dalam mendorong sektor ekonomi berbasis kebangsaan generasi muda.
Salah satu kegiatan utama dalam rangkaian peringatan ini adalah Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) 2025 yang digelar pada 17–18 Mei di Gedung Joang 45, Jakarta.
Meski terlihat sebagai kegiatan kepemudaan, seleksi Paskibra ini membawa dampak ekonomi yang lebih luas.
Aktivitas seperti pelatihan, penyediaan perlengkapan, akomodasi, konsumsi, hingga dukungan logistik, secara langsung menggerakkan sektor jasa, UMKM, dan pelaku usaha kecil yang bermitra dengan panitia penyelenggara.
Menurut Ketua Panitia HUT RI 80 Monumen Proklamasi, Bayu Dio, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dari pembangunan ekonomi berbasis nilai kebangsaan dan gotong royong.
“Kami ingin menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan bisa menciptakan ekosistem ekonomi baru yang melibatkan anak muda, organisasi veteran, dan pelaku UMKM secara bersama-sama,” ujarnya ketika ditemui di Jakarta, Minggu (18/5/2025).
Dalam kolaborasi lintas generasi ini, organisasi pejuang seperti DHD 45 Provinsi DKI Jakarta dan PKB-PPK, yang menaungi 22 rumpun eks Tentara Pelajar dari seluruh Indonesia, mengambil peran penting. Keberadaan mereka membuka ruang kolaborasi tidak hanya dalam aspek ideologi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi sosial yang inklusif.
"Momentum ini menjadi peluang strategis untuk memulai tradisi tahunan yang tidak hanya memperingati kemerdekaan secara simbolis, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi nyata melalui kegiatan komunitas, pelatihan kebangsaan, hingga pelibatan pelaku industri kreatif dan lokal," ucapnya kembali.
Rangkaian kegiatan menuju HUT RI ke-80, tambahnya, diproyeksikan akan menjadi ajang pembuktian bahwa nilai nasionalisme dapat dikelola sebagai modal sosial yang mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.
"Semangat gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan stabilitas sosial dan kepercayaan terhadap pembangunan ekonomi nasional," paparnya.
Senada dengan Bayu, Ketua Panitia HUT RI 80 Gedung Joang 45, Citra Ratih Indriani meyakini melalui kegiatan ini tidak hanya mendidik karakter generasi muda, tetapi juga memberi ruang kontribusi bagi sektor ekonomi informal.
“Banyak sekali komunitas lokal dan usaha kecil yang terlibat dalam pelaksanaan acara. Ini menjadi bentuk nyata pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas,” katanya.
Apalagi, lanjut Citra, kegiatan seperti ini mampu menciptakan efek ganda (multiplier effect), terutama di sektor pariwisata sejarah, pendidikan karakter, dan kewirausahaan sosial.
"Sebab dengan banyaknya pelajar dan keluarga yang terlibat, kegiatan ini turut menggerakkan sektor transportasi lokal, kuliner, dan suvenir berbasis tema nasional," ucapnya.
Jika dilanjutkan secara konsisten, lanjut Citra, model kolaboratif tersebut bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menggelar kegiatan serupa yang tidak hanya menghidupkan semangat nasionalisme, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat secara nyata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










