Akurat

Babak Baru Perang Dagang, India Gugat Tarif Baja AS ke WTO Senilai Rp30 Triliun

Demi Ermansyah | 14 Mei 2025, 18:25 WIB
Babak Baru Perang Dagang, India Gugat Tarif Baja AS ke WTO Senilai Rp30 Triliun

AKURAT.CO India secara resmi mengajukan pemberitahuan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) bahwa pihaknya akan memberlakukan tarif balasan terhadap sejumlah produk Amerika Serikat.

Langkah tersebut dilakukan sebagai respon terhadap kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang memberlakukan bea masuk atas impor baja dan aluminium sejak Maret lalu.

Dikutip dari laman reuters, India menyatakan bahwa kebijakan tarif AS merupakan tindakan pengamanan yang berdampak langsung pada nilai ekspor India sebesar USD7,6 miliar, dengan potensi kehilangan pendapatan tarif senilai USD1,91 miliar.

Baca Juga: Trump Klaim Tarif Dagang Mulai Berdampak Positif Meski Ekonomi AS Tertekan

India menegaskan bahwa mereka memiliki hak untuk menangguhkan konsesi atau kewajiban sesuai dengan aturan WTO.

Langkah tersebut menjadi bentuk pembalasan pertama India terhadap kebijakan tarif AS di masa jabatan kedua Presiden Trump.

Menariknya, sebelumnya New Delhi lebih memilih pendekatan diplomatis dan menahan diri demi menjaga jalur negosiasi perdagangan bebas yang tengah berlangsung antara kedua negara.

“Tindakan WTO terbaru India muncul di saat yang genting,” ujar pendiri Global Trade Research Initiative, Ajay Srivastava.

Dirinya menambahkan bahwa sikap India kali ini menandakan adanya pergeseran kebijakan menuju posisi yang lebih tegas demi melindungi kepentingan ekonominya di forum perdagangan global.

Baca Juga: Indonesia Lanjutkan Negosiasi Tarif Dagang dengan Pemerintah AS, Airlangga Temui Secretary of Commerce

Meskipun India belum secara eksplisit menyebutkan produk AS mana yang akan dikenai tarif balasan, langkah ini diyakini sebagai sinyal bahwa negara tersebut tidak akan tinggal diam dalam menghadapi tekanan tarif dari mitra dagangnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.