Babak Baru Perang Dagang, India Gugat Tarif Baja AS ke WTO Senilai Rp30 Triliun

AKURAT.CO India secara resmi mengajukan pemberitahuan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) bahwa pihaknya akan memberlakukan tarif balasan terhadap sejumlah produk Amerika Serikat.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respon terhadap kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang memberlakukan bea masuk atas impor baja dan aluminium sejak Maret lalu.
Dikutip dari laman reuters, India menyatakan bahwa kebijakan tarif AS merupakan tindakan pengamanan yang berdampak langsung pada nilai ekspor India sebesar USD7,6 miliar, dengan potensi kehilangan pendapatan tarif senilai USD1,91 miliar.
Baca Juga: Trump Klaim Tarif Dagang Mulai Berdampak Positif Meski Ekonomi AS Tertekan
India menegaskan bahwa mereka memiliki hak untuk menangguhkan konsesi atau kewajiban sesuai dengan aturan WTO.
Langkah tersebut menjadi bentuk pembalasan pertama India terhadap kebijakan tarif AS di masa jabatan kedua Presiden Trump.
Menariknya, sebelumnya New Delhi lebih memilih pendekatan diplomatis dan menahan diri demi menjaga jalur negosiasi perdagangan bebas yang tengah berlangsung antara kedua negara.
“Tindakan WTO terbaru India muncul di saat yang genting,” ujar pendiri Global Trade Research Initiative, Ajay Srivastava.
Dirinya menambahkan bahwa sikap India kali ini menandakan adanya pergeseran kebijakan menuju posisi yang lebih tegas demi melindungi kepentingan ekonominya di forum perdagangan global.
Meskipun India belum secara eksplisit menyebutkan produk AS mana yang akan dikenai tarif balasan, langkah ini diyakini sebagai sinyal bahwa negara tersebut tidak akan tinggal diam dalam menghadapi tekanan tarif dari mitra dagangnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








