Trump Klaim Tarif Dagang Mulai Berdampak Positif Meski Ekonomi AS Tertekan

AKURAT.CO Di tengah gejolak ekonomi Amerika Serikat dan kekhawatiran investor akan resesi, Presiden Donald Trump tetap optimis bahwa kebijakan tarif yang ia terapkan mulai menunjukkan hasil positif.
Dalam rapat kabinet yang berlangsung beberapa hari lalu, Trump menyatakan bahwa lonjakan investasi dan belanja konsumen adalah indikator awal dari keberhasilan strategi dagang agresifnya.
“Butuh waktu untuk membangun fasilitas-fasilitas itu, tapi mereka datang dengan angka besar,” ujar Trump, merujuk pada peningkatan investasi domestik dan pembelian peralatan bisnis dikutip dari laman reuters.
Usut punya usut, Trump sebelumnya memberlakukan tarif flat sebesar 10% bagi hampir semua mitra dagang AS selama 90 hari, dengan pengecualian China yang dikenakan tarif hingga 145%. Ia menegaskan bahwa langkah ini dimaksudkan untuk memaksa negara-negara lain merundingkan kesepakatan baru dengan Amerika.
Baca Juga: Tarif Trump Buka Peluang Ekspor RI ke BRICS dan TPP
Kendati demikian, penurunan tajam dalam arus barang dan ekspor netto telah memicu kekhawatiran akan kelangkaan produk dan inflasi.
“Ya, mungkin anak-anak akan punya dua boneka, bukan tiga puluh, dan harganya sedikit lebih mahal,” ucap Trump menanggapi isu kelangkaan.
Trump juga menegaskan bahwa ia tidak menganggap pasar saham sebagai indikator tunggal ekonomi. “Itu hanyalah indikator,” tegasnya. “Apa yang sebenarnya dikatakan pasar saham dalam kasus ini adalah betapa buruknya situasi yang kami warisi.”
Ia juga menepis kekhawatiran terkait ketegangan dagang dengan China. Meski mengakui belum ada komunikasi langsung dengan Presiden Xi Jinping, Trump optimis kesepakatan akan tercapai. “Saya yakin itu akan terjadi,” ujarnya.
Baca Juga: Tarif Trump Jadi Momen Pengusaha Untuk Berinovasi
Namun, data dari ADP Research menunjukkan penurunan signifikan dalam perekrutan tenaga kerja di bulan April, memperkuat kekhawatiran bahwa tarif tinggi bisa memperlambat pertumbuhan dan memperburuk inflasi.
Meski demikian, Trump tetap mempertahankan narasinya. “Ini akan memakan waktu. Tapi saat ledakan ekonomi dimulai, itu akan tak tertandingi,” tulisnya di media sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









