IMF Puji Perekonomian Negara Asia, Fundamental Lebih Tangguh
Demi Ermansyah | 26 April 2025, 23:08 WIB

AKURAT.CO Dana Moneter Internasional (IMF) menegaskan bahwa ekonomi Asia saat ini berada dalam posisi jauh lebih kuat dibandingkan masa krisis keuangan akhir 1990-an.
Meski menghadapi tantangan besar dari meningkatnya ketegangan perdagangan global, IMF menilai kawasan ini mampu menghadapi tekanan dengan lebih stabil.
Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF, Krishna Srinivasan, mengatakan fundamental ekonomi negara-negara Asia sudah jauh membaik.
Hal ini ditandai dengan kerangka kebijakan yang kredibel, bank sentral yang independen, dan ketidaksesuaian mata uang yang jauh lebih kecil di neraca keuangan mereka.
"Situasi sekarang sangat berbeda dengan 1997-1998. Negara-negara Asia kini lebih siap menghadapi guncangan global," kata Srinivasan dalam wawancara bersama Bloomberg Television, Sabtu (26/4/2025).
Optimisme IMF ini disampaikan di tengah revisi proyeksi pertumbuhan Asia yang lebih rendah, yaitu 3,9% pada tahun ini dan 4% pada 2026, turun 0,8 poin persentase dari prediksi sebelumnya.
Dimana penurunan tersebut terjadi akibat meningkatnya ketidakpastian perdagangan, khususnya dari kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.
Meski demikian, IMF melihat peluang bagi Asia untuk tetap bertumbuh dengan mendorong permintaan domestik. IMF menyarankan bank sentral di kawasan ini untuk menurunkan suku bunga, mengingat inflasi yang masih dalam batas target.
IMF juga merekomendasikan agar negara-negara Asia membiarkan nilai tukar bergerak bebas sebagai mekanisme penyesuaian terhadap tekanan eksternal, daripada mempertahankan kurs tetap yang dapat membebani cadangan devisa.
Lebih jauh, Srinivasan mengingatkan pentingnya reformasi struktural untuk mempercepat pemulihan konsumsi dan investasi domestik.
Ia menekankan bahwa pembiayaan fiskal harus tetap disiplin dan difokuskan pada sektor-sektor yang memberikan dorongan produktif, mengingat tingginya defisit anggaran pasca-pandemi.
Dengan kebijakan moneter dan fiskal yang hati-hati, serta dukungan reformasi struktural, IMF yakin kawasan Asia dapat tetap resilien di tengah ketidakpastian global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










