Di Hadapan IMF, PBoC Beberkan Strategi Moneter
Demi Ermansyah | 26 April 2025, 22:55 WIB

AKURAT.CO Di tengah tekanan global yang meningkat, China memilih bersikap waspada. Gubernur People's Bank of China (PBoC), Pan Gongsheng, mengungkapkan bahwa otoritas moneter Negeri Tirai Bambu tengah menyiapkan berbagai instrumen tambahan untuk menghadapi ketidakpastian eksternal.
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam pertemuan dewan penasihat Dana Moneter Internasional (IMF) pada Kamis dan Jumat waktu setempat di Washington.
“Kami memiliki banyak alat kebijakan untuk digunakan. Jika diperlukan, kami akan memperkenalkan kebijakan tambahan yang tepat waktu dan efektif,” ujar Pan dikutip dari CGTN, Sabtu (26/4/2025).
Baca Juga: AS Waspada! China Siap Lawan Tarif Trump
Pan menambahkan, China telah memasukkan seluruh bentuk ketidakpastian ke dalam perencanaan makroekonomi tahun ini.
Dirinya menekankan, langkah responsif akan diambil jika kondisi dalam dan luar negeri berubah drastis.
"Kami siap melakukan berbagai pelonggaran moneter apabila dibutuhkan, termasuk menurunkan suku bunga kebijakan dan rasio cadangan wajib bank. Namun semua akan dilakukan secara bertahap dan terukur," paparnya.
Di sisi lain, Pan menyatakan yuan akan tetap dijaga pada level adaptif dan seimbang. Ini merupakan sinyal kuat bahwa stabilitas mata uang menjadi prioritas utama di tengah dinamika nilai tukar global.
Langkah ini sejalan dengan sinyal dari Politbiro Partai Komunis China yang menyebut bahwa negara akan mempersiapkan rencana darurat menyeluruh sebagai tameng menghadapi guncangan dari luar negeri.
Meski pertumbuhan kuartal pertama cukup solid, China memilih untuk tidak langsung menggelontorkan stimulus tambahan.
Pendekatan ini menandai pergeseran dari respons cepat menjadi respons strategis, sekaligus menjaga efektivitas kebijakan jangka panjang.
“Pendekatan sabar namun siap siaga membuktikan bahwa kami tidak ingin terjebak dalam perang kebijakan jangka pendek yang bisa melemahkan stabilitas ekonomi jangka panjang,” ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










