Konflik Dagang China-AS Meluas, Beijing Soroti Hambatan Kerja Sama Militer

AKURAT.CO Konflik dagang berkepanjangan antara China dan AS semakin kompleks pasca Beijing mengaitkan ketegangan ekonomi dengan hubungan militer kedua negara.
Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Pertahanan China menuding pandangan bias dari sejumlah pihak di AS menjadi penghalang utama dalam upaya membangun komunikasi militer bilateral.
“Beberapa individu di AS memegang pandangan bias yang menghalangi keterlibatan antara militer China dan AS,” tulis pernyataan resmi Kementerian Pertahanan China dikutip dari laman reuters, Kamis (24/4/2025).
Baca Juga: Dampak Tarif Trump, KSSK: Aliran Modal Bergeser ke Eropa dan Jepang
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan akibat kebijakan tarif sepihak yang diberlakukan AS terhadap produk-produk China, termasuk bea masuk tambahan sebesar 125% atas produk terkait fentanil.
Presiden AS Donald Trump juga mengkritik keras China terkait penundaan pengiriman pesawat Boeing dan menyalahkan negara itu atas peredaran fentanil ilegal ke AS.
“Fentanil terus mengalir dari China, membunuh ratusan ribu orang. Ini harus dihentikan sekarang!” ujar Trump dalam unggahan di media sosial.
Selain soal perdagangan, ketegangan turut meningkat karena sikap AS terkait Taiwan. Beijing mendesak Washington untuk tidak mengganggu isu kedaulatan, termasuk dengan memberikan sanksi atau dukungan militer kepada Taipei.
China juga memperingatkan negara-negara lain untuk tidak membuat kesepakatan perdagangan yang bisa merugikan kepentingan nasionalnya, sebagai bentuk tekanan tambahan di tengah dinamika global.
tarBaca Juga: Walau Ada Tarif Trump, BKPM Pastikan Investasi Apple Tetap Berlanjut
Krisis yang awalnya berakar dari perdagangan kini menjalar ke isu pertahanan dan geopolitik. Ketegangan China-AS diperkirakan akan terus meningkat kecuali kedua negara segera menemukan jalur diplomasi yang efektif dan saling menghormati kepentingan masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









