Dampak Tarif Trump, KSSK: Aliran Modal Bergeser ke Eropa dan Jepang
Camelia Rosa | 24 April 2025, 13:25 WIB

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian perekonomian dan pasar keuangan global.
Dijelaskannya, ketidakpastian tersebut terutama dipicu oleh dinamika terkait kebijakan tarif AS dan memunculkan eskalasi perang dagang.
"Pada kuartal I-2025 ketidakpastian perekonomian global meningkat yang didorong oleh kebijakan tarif impor pemerintah AS," ujarnya dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Kamis (24/2/2025).
Kebijakan tersebut akhirnya menimbulkan perang tarif dan diperkirakan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, baik perekonomian AS sendiri dan China yang dalam hal ini dianggap berhadapan dengan AS.
Dampaknya juga meluas ke perekonomian global dengan memicu peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global dan ketidakpastian dalam tata kelola perdagangan dan investasi antarnegara.
Menkeu bilang, kebijakan dan ketidakpastian tersebut juga telah mendorong perilaku risk aversion atau penghindaran risiko dari para pelaku usaha termasuk pemilik modal serta menyebabkan penurunan dari Yield US Treasury dan pelemahan indeks mata uang dolar AS atau disingkat DXY.
Hal ini terjadi di tengah peningkatan ekspetasi penurunan fed fund rate atau FFR
Ia juga mengakui bahwa aliran modal dunia mengalami pergeseran dari AS ke negara dan aset yang dianggap aman atau safe haven asset terutama aset keuangan di Eropa dan Jepang serta ke komoditas emas.
Sementara itu aliran keluar terjadi dari modal dari negara-negara berkembang yang berlanjut, sehingga menimbulkan tekanan terhadap perlemahan mata uang di berbagai negara berkembang.
Sri Mulyani menuturkan, rapat KSSK ini juga menyepakati untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi dan kebijakan dari lembaga anggota KSSK dalam upaya untuk memitigasi potensi dampak serta hambatan faktor risiko gklobal dan sekaligus meningkatkan upaya untuk perkuat perekonomian dan sektor keuangan dlm negeri.
"Memasuki awal kuartal II-2025, downside risk dari global terpantau masih tinggi sehingga perlu terus dicermati dan diantisipasi kedepan," tukas Menkeu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon









