The Fed Beberkan Dua Skenario Dampak Tarif Trump ke Ekonomi AS
Demi Ermansyah | 15 April 2025, 19:03 WIB

AKURAT.CO Kebijakan tarif baru Donald Trump tampaknya membuat para pengambil kebijakan ekonomi Amerika harus memutar otak.
Deputi Gubernur Federal Reserve (The Fed), Christopher Waller, juga ikut angkat suara. Dalam pernyataannya, Waller menyampaikan dua skenario soal dampak kebijakan Tarif Trump ke ekonomi AS, dari yang paling parah sampai yang masih bisa ditoleransi.
Dikutip dari laman Reuters, Selasa (15/4/2025), Walkers menyebutkan bahwa skenario pertama, tarif rata-rata 25% tetap diberlakukan dalam waktu lama, namun dapat mampu membuat pertumbuhan ekonomi AS nyaris mandek dengan tingkat pengangguran melonjak.
“Tentunya skenario pertama ini mau tidak mau, kami (The Fed) harus melakukan berbagai langkah extraordinary untuk memangkas suku bunga, dengan satu catatan pertumbuhan ekonomi AS akan benar-benar melambat parah dan tingkat pengangguran sudah pasti melonjak," paparnya.
Sedangkan di skenario kedua, lanjut Waller, pengenaan tarif hanya 10% dan lainnya dikurangi pelan-pelan. Dalam kondisi ini, inflasi mungkin naik sedikit, tapi tidak sampai mengganggu ekonomi secara besar-besaran.
Oleh karena itu di skenario kedua ini, dapat ditangani dengan kebijakan moneter yang sudah dikeluarkan secara perlahan-lahan. “Kalau tren inflasi tetap adem, FOMC punya ruang buat atur-atur kebijakan sesuai data,” ucapnya.
Sebagai informasi, Tarif Trump pada akhirnya membuat banyak pihak harus memutar otak, apalagi dengan ancaman resesi dan ketidakpastian global.
Akan tetapi dengan dua skenario Waller tersebut memberikan gambaran bahwa apa pun yang terjadi, masih ada cara untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










