Akurat

Ekonomi Global Terancam? AS Siapkan Kebijakan Tarif Mengejutkan!

Demi Ermansyah | 20 Maret 2025, 08:00 WIB
Ekonomi Global Terancam? AS Siapkan Kebijakan Tarif Mengejutkan!

AKURAT.CO Kebijakan perdagangan Amerika Serikat kembali menjadi sorotan. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam wawancaranya dengan Fox Business, mengungkapkan bahwa pada 2 April 2025, pemerintah AS akan mengumumkan kebijakan tarif timbal balik.

Dimana tarif ini akan diberlakukan terhadap setiap mitra dagang AS berdasarkan perhitungan khusus yang telah dilakukan oleh pemerintah.

"Apa yang akan terjadi pada 2 April setiap negara akan menerima angka yang menurut kami mencerminkan tarif mereka," ujar Bessent.

Baca Juga: Bos BI: Investor Mulai Beralih ke Obligasi dan Emas Imbas Kebijakan Trump

Bessent menegaskan bahwa beberapa negara mungkin akan mendapatkan tarif rendah, sementara negara lain bisa menghadapi tarif tinggi.

Negara-negara yang sebelumnya telah mencapai kesepakatan dengan AS kemungkinan besar bisa menghindari tarif tinggi, sementara yang belum mencapai kesepakatan dapat melakukan negosiasi lebih lanjut.

Namun, kebijakan ini memicu pro dan kontra di kalangan ekonom dan pelaku bisnis. Sebab disatu sisi, kebijakan tarif timbal balik bertujuan untuk melindungi industri dalam negeri dan mengurangi defisit perdagangan AS.

Dengan menaikkan tarif bagi negara yang dinilai memberlakukan tarif tinggi terhadap produk AS, pemerintah berharap dapat menciptakan persaingan yang lebih adil bagi produsen dalam negeri.

Namun, di sisi lain, tarif timbal balik bisa menjadi bumerang bagi perekonomian AS sendiri. Jika negara mitra dagang membalas dengan tarif serupa, maka perusahaan AS yang bergantung pada ekspor akan menghadapi kesulitan.

Baca Juga: Trump Perketat Tarif Impor, Perang Dagang dengan Eropa Semakin Memanas

Selain itu, konsumen Amerika kemungkinan akan membayar harga lebih tinggi untuk barang impor yang dikenai tarif tinggi.

Hal ini bisa memicu kenaikan inflasi, yang justru akan berdampak buruk bagi daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi.

Kekhawatiran lain muncul dari para investor. Kebijakan perdagangan yang tidak pasti dapat menghambat investasi asing kMemana

Bahkan, beberapa perusahaan multinasional mungkin mempertimbangkan untuk memindahkan operasional mereka ke negara yang lebih ramah terhadap perdagangan internasional.

Tak hanya itu, kebijakan ini juga berpotensi memperburuk hubungan ekonomi AS dengan negara-negara mitra, terutama China dan Uni Eropa.

Jika eskalasi perang dagang terjadi, bukan tidak mungkin ekonomi AS justru mengalami perlambatan yang lebih besar dari yang diperkirakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.