Akurat

Tak Main-Main! AS Jatuhkan Sanksi Hingga 200 Persen Untuk Kategori Alkohol Asal Uni Eropa

Yosi Winosa | 17 Maret 2025, 09:35 WIB
Tak Main-Main! AS Jatuhkan Sanksi Hingga 200 Persen Untuk Kategori Alkohol Asal Uni Eropa

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali memicu ketegangan dagang dengan mengancam akan mengenakan tarif 200 persen pada anggur, cognac, dan alkohol lainnya yang diimpor dari Eropa.

Langkah ini menjadi bagian dari eskalasi perang dagang yang berisiko mengganggu stabilitas ekonomi global.

Dikutip dari laman Reuters, ancaman tersebut muncul sebagai respons terhadap rencana Uni Eropa (UE) yang berencana mengenakan tarif pada wiski Amerika bulan depan.

Kebijakan UE ini sendiri merupakan balasan terhadap tarif 25% yang sebelumnya diterapkan Trump pada impor baja dan aluminium.

Baca Juga: Imbas Perang Dagang Trump, Sri Mulyani: Tak Ada Lagi Konsep Teman

Hingga kini, Komisi Eropa belum memberikan tanggapan resmi terkait ancaman Trump. Namun, bea masuk sebesar 50% yang direncanakan terhadap bourbon Amerika telah memicu kekhawatiran di industri minuman beralkohol.

Menurut Dewan Minuman Beralkohol AS, Uni Eropa (UE) menyumbang sekitar 40% dari total ekspor minuman beralkohol Amerika pada tahun 2023.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga memiliki peran penting dalam perdagangan alkohol Eropa. Berdasarkan data Eurostat, AS menyumbang 31% dari ekspor anggur dan minuman beralkohol Uni Eropa.

Jika tarif tinggi ini diterapkan, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor, termasuk distribusi dan perdagangan internasional.

Baca Juga: Terlalu Banyak Executive Order dari Trump, Rupiah Kian Terjepit

Para pelaku industri pun mendesak pemerintah di kedua belah pihak untuk meredakan ketegangan dan mencari solusi yang lebih menguntungkan.

Bahkan Asosiasi industri alkohol Eropa spiritsEurope menyatakan, "Siklus pembalasan ini harus diakhiri sekarang!"

Trump beralasan bahwa kebijakan tarif ini diperlukan untuk melindungi industri AS yang terdampak globalisasi. Namun, langkah ini justru berisiko memperburuk hubungan dagang internasional dan memicu ketidakpastian ekonomi global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.