Akurat

Rupiah Terbang 45 Poin ke Rp16.295

Gianto | 7 Maret 2025, 20:47 WIB
Rupiah Terbang 45 Poin ke Rp16.295

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah mencatatkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan Jumat (7/3/2025).

Mata uang Garuda naik 45 poin atau 0,28% ke level Rp16.295 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.340 per dolar AS   

Menurut pengamat mata uang Ibrahim Assuabi, penguatan rupiah ini tidak lepas dari pelemahan dolar AS yang disebabkan oleh kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi Amerika.
 
Ia menyebut dolar AS sedang mengalami tekanan akibat ketidakpastian kebijakan ekonomi di negara tersebut.    
 
Salah satu faktor utama yang menyebabkan dolar AS melemah adalah kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump.
 
 
Trump baru-baru ini memberikan konsesi tarif untuk Kanada dan Meksiko, yang sebelumnya dikenakan bea masuk sebesar 25% Keputusan ini menimbulkan spekulasi mengenai arah kebijakan perdagangan AS di masa depan.  
 
Presiden Federal Reserve (The Fed) Atlanta Raphael Bostic turut mengungkapkan bahwa kebijakan Trump telah mengaburkan prospek ekonomi AS.
 
Ia memperkirakan bahwa The Fed kemungkinan besar akan menahan suku bunga untuk sementara waktu, karena masih mencari kejelasan lebih lanjut mengenai dampak kebijakan tersebut terhadap ekonomi AS.    
 
Di sisi lain, pasar dalam negeri juga memberikan respons positif terhadap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama menjelang bulan Ramadan 2025.
 
Pemerintah bersama pelaku usaha berupaya memastikan harga pangan pokok tetap terkendali agar inflasi tidak melonjak.  
 
"Pemerintah bersama pelaku usaha terus berusaha menjaga harga pangan di tingkat konsumen tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan penjualan (HAP). Ini penting agar inflasi pangan tetap positif," ujar Ibrahim Assuabi.  
 
Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan bahwa Trump juga menunda kebijakan tarif untuk produsen mobil serta barang dan jasa yang terkait dengan US-Mexico-Canada Agreement (USMCA) hingga awal April 2025.
 
Keputusan ini membuat investor global bersikap lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.  
 
Kebijakan ini juga turut memengaruhi nilai tukar rupiah, di mana investor cenderung mengamati dampak kebijakan AS terhadap kondisi ekonomi global.
 
Dengan ketidakpastian yang masih tinggi, arus modal asing ke pasar negara berkembang seperti Indonesia tetap fluktuatif.  
 
Meski rupiah mengalami penguatan di pasar spot, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama justru menunjukkan sedikit pelemahan.
 
JISDOR tercatat berada di level Rp16.336 per dolar AS, turun dibandingkan hari sebelumnya yang sebesar Rp16.315 per dolar AS.  
 
Perbedaan ini terjadi karena mekanisme perdagangan yang berbeda antara pasar spot dan JISDOR.
 
Pasar spot mencerminkan harga transaksi langsung di pasar antarbank, sementara JISDOR merupakan rata-rata nilai tukar yang dilaporkan perbankan kepada Bank Indonesia.  
 
Ke depan, pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan domestik.
 
Dari sisi global, investor akan terus memantau langkah The Fed terkait kebijakan suku bunga, serta dinamika perdagangan AS yang masih belum stabil.  
 
Dari dalam negeri, kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi akan menjadi faktor penting bagi kepercayaan investor.
 
Jika harga pangan tetap terkendali, maka daya beli masyarakat akan lebih terjaga, yang pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

G
Reporter
Gianto
Yosi Winosa