Ada Diskon Tarif Listrik, RI Catatkan Deflasi 0,09 Persen di Februari 2025
Demi Ermansyah | 3 Maret 2025, 14:28 WIB

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mencatat deflasi tahunan sebesar 0,09% (yoy) pada Februari 2025. Ini jadi yang pertama sejak Maret 2000 silam, saat deflasi mencapai angka 1,10%.
Dimana catatan deflasi tersebut dipengaruhi oleh diskon tarif listrik 50% bagi pelanggan PLN dengan daya 2.200 VA ke bawah.
Menurut Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, deflasi kali ini lebih banyak dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dalam mengatur harga.
"Komponen harga yang diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 9,02% (yoy), memberikan kontribusi terhadap deflasi tahunan sebesar 1,77%," ujar Amalia di sela konferensi pers di Jakarta, Senin (3/3/2025).
Namun, dua komponen lainnya, yaitu inflasi inti dan harga bergejolak, masih mengalami kenaikan, lanjutnya, Inflasi inti tercatat sebesar 2,48% (yoy), yang berarti daya beli masyarakat masih cukup stabil.
"Daya beli itu biasanya dikaitkan dengan inflasi inti. Komponen ini memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan sebesar 1,58%," jelas Amalia.
Sementara itu, beberapa harga bahan pangan seperti cabai rawit, bawang putih, bawang merah, ikan segar, dan minyak goreng justru masih mengalami kenaikan. Komponen harga bergejolak mencatat inflasi 0,56% (yoy) dengan kontribusi 0,10% terhadap inflasi tahunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










