RI Deflasi 0,76 Persen pada Januari 2025, Dipicu Diskon Listrik 50 Persen

AKURAT.CO Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan Indonesia deflasi sebesar 0,76% (month to month) pada Januari 2025, utamanya dipicu program diskon tarif listrik 50%.
Berdasarkan catatan BPS, tarif listrik mengalami deflasi sebesar 32,03% pada bulan lalu, dengan andil terhadap deflasi umum sebesar 1,47%.
“Deflasi ini terjadi akibat adanya diskon 50 persen bagi pelanggan dengan daya listrik sampai dengan 2200 VA di Januari 2025,” kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/2/2025).
Baca Juga: RI Inflasi 0,08 Persen pada Oktober 2024 Usai Deflasi 5 Bulan Beruntun, Efek Anak Muda Suka Ngopi?
Dia menjelaskan, BPS turut memasukkan diskon tarif listrik dalam dalam perhitungan inflasi sebagaimana yang dipandu oleh Consumer Price Index Manual. Indeks ini menjadi acuan bagi seluruh kantor statistik di dunia, termasuk BPS dalam menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK).
Diskon atau harga penawaran khusus dicatat dalam perhitungan inflasi jika kualitas barang atau jasa sama dengan kondisi normal, kemudian harga diskon bisa didapatkan atau tersedia untuk banyak orang.
“Maka, diskon tarif listrik sebesar 50 persen juga tercatat dalam perhitungan inflasi yang dilakukan oleh BPS yang kami umumkan hari ini,” ujarnya.
Selain tarif listrik, komoditas lain yang juga memberikan andil besar terhadap deflasi adalah ketimun, tarif kereta api, dan tarif angkutan udara dengan deflasi sebesar 0,03% dan andil deflasi masing-masing 0,01%.
Sementara itu, sejumlah komoditas menyumbang andil inflasi, seperti cabai merah (0,19%) dan cabai rawit (0,17%). Kemudian, ikan segar, minyak goreng, dan bensin memberikan andil inflasi masing-masing 0,03%.
Sedangkan komponen harga bergejolak (volatile food) dan komponen inti (core inflation) mengalami inflasi. Komponen harga bergejolak mencatatkan inflasi 2,95% dengan andil 0,48%. Komoditas yang berperan di antaranya cabai merah, cabai rawit, dan daging ayam ras.
Adapun komponen inti mengalami inflasi 0,30% dengan andil 0,20%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi di antaranya minyak goreng, emas perhiasan, biaya sewa rumah, kopi bubuk, mobil, dan sepeda motor.
Berdasarkan wilayah, sebanyak 34 dari 38 provinsi Indonesia mengalami deflasi, sedangkan 4 lainnya mengalami inflasi. Deflasi terdalam terjadi di Papua Barat sebesar 2,29%. Sementara itu, inflasi tertinggi terjadi di Kepulauan Riau sebesar 0,43%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









