Akurat

Urgensi Efisiensi Anggaran

Demi Ermansyah | 23 Februari 2025, 15:18 WIB
Urgensi Efisiensi Anggaran

AKURAT.CO Efisiensi anggaran menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Pemerintah acap kali mengalokasikan anggaran dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membangun infrastruktur, serta mendorong sektor strategis. 

Namun, pertanyaannya adalah, apakah efisiensi anggaran yang tidak tepat sasaran dapat menghambat pertumbuhan ekonomi?

Mari kita telaah lebih dalam mengenai permasalahan ini dan bagaimana solusi konstruktif dapat diterapkan untuk memastikan anggaran dikelola dengan lebih efektif.

Urgensi Efisiensi Anggaran

Efisiensi anggaran berarti menggunakan sumber daya keuangan negara dengan optimal sehingga setiap rupiah yang dikeluarkan menghasilkan manfaat yang maksimal. 
 
Dimana prinsip ini penting karena anggaran negara bersumber dari pajak dan pendapatan negara lainnya, yang seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat. 
 
Ketika efisiensi anggaran tidak diterapkan dengan baik, potensi pemborosan semakin besar dan dampaknya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.
 
Baca Juga: Daripada Efisiensi Anggaran Untuk MBG, Celios Usulkan Skema Ini, Bisa Hemat Rp256 Triliunan

Sebagai contohnya, dalam pembangunan infrastruktur, jika proyek dikerjakan tanpa perencanaan yang matang, biaya yang membengkak dan kualitas rendah dapat terjadi.
 
Hal ini tidak hanya merugikan negara tetapi juga menghambat akses ekonomi bagi masyarakat yang bergantung pada infrastruktur tersebut.

Kesejahteraan Masyarakat

Mengutip dari laman resmi Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Indonesia, Minggu (23/2/2025), efisiensi pengelolaan anggaran adalah kunci keberhasilan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
 
Hal ini melibatkan pemanfaatan sumber daya secara optimal untuk memaksimalkan hasil serta dampak positif. Pemerintah harus fokus pada pengurangan pemborosan dan peningkatan produktivitas setiap rupiah yang dibelanjakan.

Pemborosan anggaran dapat terjadi akibat alokasi yang tidak tepat, duplikasi program, atau inefisiensi dalam pengadaan barang dan jasa.

Untuk mengatasinya, diperlukan penganggaran berbasis kinerja, audit yang ketat, pemanfaatan teknologi digital, serta pengadaan yang transparan dan efisien.

Selain itu, meningkatkan hasil dari anggaran dapat dilakukan dengan menetapkan prioritas utama, mendorong sinergi antar lembaga, berinovasi dengan teknologi, serta melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas program.

Di Indonesia, upaya peningkatan efisiensi telah dilakukan melalui reformasi penganggaran dan pengadaan, seperti implementasi SIPKD dan e-procurement yang meningkatkan transparansi serta mengurangi pemborosan.

Bahaya Efisiensi Anggaran yang Tak Tepat Sasaran

Ketika efisiensi anggaran tidak diarahkan ke sektor-sektor yang benar-benar membutuhkan, ada beberapa dampak yang dapat terjadi:
 
1. Pertumbuhan Ekonomi yang Lambat
 
Anggaran yang dialokasikan secara tidak efektif dapat menyebabkan stagnasi dalam pertumbuhan ekonomi. 
 
Misalnya, jika terlalu banyak anggaran difokuskan pada belanja birokrasi dibandingkan pada sektor produktif seperti UMKM atau industri, maka dampaknya adalah lambatnya pergerakan ekonomi.

2. Kesenjangan Sosial dan Ekonomi
Ketika anggaran tidak sampai ke kelompok yang membutuhkan, kesenjangan sosial semakin melebar.
 
Sebagai contoh, jika subsidi kesehatan dan pendidikan tidak didistribusikan secara merata, maka akses masyarakat kurang mampu terhadap pelayanan dasar semakin terbatas, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap ketimpangan ekonomi.

3. Meningkatnya Korupsi dan Inefisiensi
 
Ketidaktepatan alokasi anggaran juga membuka peluang bagi praktik korupsi. Anggaran yang tidak memiliki pengawasan ketat dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu sehingga manfaatnya tidak dirasakan oleh masyarakat luas.

4. Proyek Mangkrak dan Pemborosan Sumber Daya
Banyak proyek infrastruktur yang akhirnya terbengkalai karena perencanaan anggaran yang tidak matang. Hal ini menyebabkan pemborosan besar, di mana dana yang telah dikeluarkan tidak memberikan dampak ekonomi yang berarti.

Strategi Mengoptimalkan Efisiensi Anggaran

Agar alokasi efisiensi anggaran tidak menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi, beberapa strategi berikut dapat diterapkan:

1. Fokus pada Sektor Produktif

Pemerintah perlu memastikan bahwa alokasi anggaran lebih banyak diarahkan ke sektor yang memiliki dampak ekonomi besar seperti industri kreatif, UMKM, pertanian, dan digitalisasi ekonomi. 
 
Dimana sektor-sektor ini memiliki potensi untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional.

2. Penguatan Sistem Pengawasan dan Akuntabilitas 
Diperlukan sistem pengawasan anggaran yang ketat untuk memastikan dana digunakan secara efektif. 
 
Penggunaan teknologi seperti e-budgeting dapat membantu dalam transparansi serta mencegah praktik korupsi dalam pengelolaan keuangan negara.

3. Perencanaan yang Matang dan Berbasis Data 
Pengambilan keputusan dalam alokasi anggaran harus didasarkan pada data dan analisis yang kuat. Pemerintah dapat bekerja sama dengan akademisi dan lembaga riset untuk merancang kebijakan yang berbasis bukti.

4. Mendorong Partisipasi Publik

Masyarakat harus diberikan ruang untuk ikut serta dalam proses pengawasan anggaran. Dengan adanya transparansi anggaran dan keterlibatan masyarakat, potensi penyalahgunaan dapat diminimalisir.

5. Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan

Pemerintah harus secara berkala melakukan evaluasi terhadap program-program yang didanai oleh anggaran negara. 
 
Jika ada program yang tidak memberikan hasil optimal, maka harus segera dilakukan perbaikan atau bahkan penghapusan program tersebut.

Efisiensi anggaran adalah kunci untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
 
Jika alokasi anggaran tidak tepat sasaran, maka pertumbuhan ekonomi bisa terhambat akibat lambatnya perkembangan sektor produktif, meningkatnya ketimpangan, serta pemborosan anggaran. 
 
Oleh karena itu, diperlukan strategi yang matang dalam pengelolaan anggaran agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.

Dengan penerapan transparansi, akuntabilitas, dan perencanaan yang matang, efisiensi anggaran dapat menjadi alat yang ampuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. 
 
Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama mengawasi dan memastikan anggaran negara digunakan untuk kesejahteraan rakyat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.