The Fed Yakini Inflasi AS Menuju Sasaran 2 Persen
Demi Ermansyah | 2 Februari 2025, 23:36 WIB

AKURAT.CO Gubernur The Fed Chicago, Austan Goolsbee, optimis bahwa inflasi di AS sedang berada di jalur yang tepat menuju target 2%. Dirinya menilai perkembangan ekonomi saat ini memberikan peluang bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Menurut Goolsbee, salah satu faktor utama yang membantu perlambatan inflasi adalah turunnya pertumbuhan harga perumahan. Ini dianggap sebagai sinyal positif bahwa tekanan harga mulai mereda.
"Kalau tren ini terus berlanjut, saya rasa suku bunga bisa sedikit lebih rendah dalam 12 hingga 18 bulan ke depan," ujar Goolsbee dalam wawancara dengan CNBC, dikutip Minggu (2/2/2025).
Data terbaru menunjukkan bahwa inflasi inti, yang tidak mencakup harga makanan dan energi, hanya naik 0,2% dibanding bulan sebelumnya dan 2,8% dari tahun lalu. Angka ini lebih rendah dari yang diperkirakan banyak pihak, sehingga mendukung kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih lanjut di tahun ini.
The Fed sendiri baru saja menahan suku bunga tetap di kisaran 4,25%-4,5% setelah sebelumnya memangkasnya tiga kali berturut-turut di akhir tahun lalu. Keputusan ini diambil agar bank sentral bisa melihat perkembangan ekonomi lebih lanjut sebelum mengambil langkah besar berikutnya.
Goolsbee menambahkan bahwa saat ini The Fed harus berhati-hati dalam mengambil kebijakan suku bunga. "Bank sentral ingin memastikan bahwa pemangkasan suku bunga tidak justru memicu lonjakan harga di kemudian hari," ucapnya kembali.
Keputusan The Fed selalu menjadi perhatian pelaku pasar dan investor. Banyak yang berharap inflasi yang melambat ini benar-benar membuka jalan bagi suku bunga yang lebih rendah.
Sebelumnya Gunernur The Fed, Jerome Powell menyebutkan bahwa menahan suku bunga saat ini adalah langkah terbaik untuk memastikan inflasi benar-benar stabil. "Namun, jika data ekonomi terus menunjukkan perlambatan harga, pemangkasan suku bunga bisa menjadi kenyataan dalam beberapa bulan ke depan," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









