Akurat

Hoaks Kurs Rupiah di Google, Ini Strategi Pemerintah Perkuat Stabilitas Nilai Tukar

Demi Ermansyah | 2 Februari 2025, 19:34 WIB
Hoaks Kurs Rupiah di Google, Ini Strategi Pemerintah Perkuat Stabilitas Nilai Tukar

AKURAT.CO Isu nilai tukar rupiah kembali mencuri perhatian publik setelah Google menampilkan kurs yang bikin heboh pada Sabtu (1/2/2025).

Dimana pencarian di Google Search menunjukkan bahwa 1 dolar AS hanya setara dengan Rp8.170,65. Padahal, data resmi Bank Indonesia (BI) mencatat kurs rupiah di angka Rp16.312 per dolar AS.  
 
Meski akhirnya diklarifikasi sebagai kesalahan data dari pihak ketiga, kejadian ini memicu banyak spekulasi, terutama soal potensi penguatan rupiah di masa pemerintahan Prabowo Subianto. Apakah mungkin rupiah bisa sekuat itu di era kepemimpinan barunya?  

Cita-Cita Rupiah Kuat di Era Prabowo

Dalam berbagai kesempatan, Presiden terpilih Prabowo Subianto telah menyampaikan komitmennya untuk memperkuat ekonomi Indonesia, termasuk stabilitas nilai tukar rupiah. 
 
Dimana salah satu visinya adalah membangun ketahanan ekonomi nasional dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor, memperkuat sektor industri dalam negeri, serta meningkatkan ekspor.  
 
 
Beberapa langkah strategis yang diusung Prabowo untuk mendukung stabilitas rupiah antara lain:  
 
1. Mendorong Investasi dan Hilirisasi Industri
 
Prabowo berencana melanjutkan kebijakan hilirisasi yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo. Dengan mengolah bahan mentah di dalam negeri sebelum diekspor, Indonesia bisa mendapatkan nilai tambah lebih besar dan memperkuat cadangan devisa.  
 
2. Meningkatkan Produksi dan Ketahanan Pangan
 
Ketergantungan terhadap impor pangan sering menjadi faktor pelemahan rupiah. Prabowo menargetkan peningkatan produksi pangan nasional agar Indonesia lebih mandiri dan tak perlu banyak mengimpor bahan makanan dari luar negeri.  
 
3. Stabilisasi Harga dan Pengendalian Inflasi
 
Inflasi yang terkendali bisa menjaga daya beli masyarakat dan mencegah pelemahan rupiah. Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo diyakini akan memperkuat koordinasi dengan BI dalam menjaga stabilitas harga barang dan jasa.  
 
4. Memperkuat Cadangan Devisa
 
Salah satu kunci stabilnya nilai tukar rupiah adalah kuatnya cadangan devisa. Prabowo berencana menarik lebih banyak investasi asing dan mendorong ekspor agar cadangan devisa semakin solid.  

Klarifikasi Google dan Harapan Publik

Kesalahan Google dalam menampilkan kurs dolar ke rupiah ini memunculkan harapan dan pertanyaan di kalangan masyarakat. Banyak yang bercanda di media sosial, menganggap bahwa ini adalah visioner atau ramalan masa depan di era Prabowo. 
 
Namun, ada juga yang mengkritisi bahwa nilai tukar rupiah tak bisa naik drastis dalam waktu singkat tanpa adanya reformasi ekonomi yang mendalam.  
 
BI sendiri menegaskan bahwa kurs yang muncul di Google bukan nilai tukar yang valid dan mengingatkan masyarakat untuk mengacu pada sumber resmi. 
 
"Kami sedang berkoordinasi dengan Google terkait ketidaksesuaian tersebut,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (1/2/2025). 
 
Sementara itu, perwakilan Google dalam keterangan tertulisnya ke Antara mengatakan bahwa pihaknya menyadari adanya masalah yang mempengaruhi informasi nilai tukar Rupiah (IDR) di Google Search.
 
"Data konversi mata uang berasal dari sumber pihak ketiga. Ketika kami mengetahui ketidakakuratan, kami menghubungi penyedia data untuk memperbaiki kesalahan secepat mungkin," ujar perwakilan Google.
 
Mengutip laman resmi Google, disebutkan perusahaan penyedia data kurs ke Google untuk pasar global adalah Morningstar. Adapun data tersebut tidak real time, lebih tepatnya terdapat jeda 3 menit. 

Realita Versus Angan-Angan

Meskipun harapan untuk melihat rupiah lebih kuat sangat besar, faktanya ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Beberapa faktor eksternal yang bisa memengaruhi nilai tukar rupiah di era Prabowo antara lain:  
 
1. Kebijakan The Fed (Bank Sentral AS)
 
Jika The Fed menaikkan suku bunga, dolar AS akan semakin kuat dan membuat rupiah tertekan.  
 
2. Defisit Transaksi Berjalan
 
Indonesia masih sering mengalami defisit neraca perdagangan yang membuat rupiah sulit menguat.  
 
3. Ketergantungan pada Impor
 
Meski ada niat untuk mengurangi impor, butuh waktu dan kebijakan konkret untuk benar-benar mewujudkannya.  
 
Mimpi melihat rupiah menguat drastis hingga di bawah Rp 10.000 per dolar AS memang menarik, tapi perlu realistis dalam melihat kondisi ekonomi global dan domestik. 
 
Pemerintahan Prabowo Subianto punya potensi untuk memperkuat ekonomi nasional dan menjaga stabilitas rupiah, tapi itu butuh strategi yang matang dan waktu yang tidak sebentar.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.