Bukan China, Trump Siapkan Tarif 25 Persen Untuk Kanada dan Meksiko
Demi Ermansyah | 21 Januari 2025, 21:14 WIB

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat gebrakan yang mengguncang hubungan dagang internasional. Trump mengumumkan rencana untuk memberlakukan tarif sebesar 25% terhadap barang impor dari Meksiko dan Kanada mulai 1 Februari.
Keputusan ini tak hanya memicu kontroversi, tetapi juga membawa kekhawatiran besar terhadap perekonomian ketiga negara, terutama yang tergabung dalam Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA).
Langkah tersebut diklaim Trump sebagai cara untuk menekan kedua negara tetangganya yang dianggap membiarkan migran ilegal dan narkoba masuk ke AS. Namun, dampak kebijakan ini jauh melampaui isu migrasi.
Berdasarkan data tahun 2022, perdagangan barang dan jasa antara ketiga negara bernilai sekitar USD1,8 triliun, menjadikan hubungan dagang ini salah satu yang paling penting di dunia.
Menurut analis yang dilansir reuters pada Selasa (21/1/2025), tarif 25% akan menjadi pukulan telak bagi industri otomotif AS. Stellantis NV, General Motors Co, dan Ford Motor Co, yang mengimpor sebagian besar kendaraan dari Kanada dan Meksiko, akan terkena dampaknya secara langsung.
Menurut analis yang dilansir reuters pada Selasa (21/1/2025), tarif 25% akan menjadi pukulan telak bagi industri otomotif AS. Stellantis NV, General Motors Co, dan Ford Motor Co, yang mengimpor sebagian besar kendaraan dari Kanada dan Meksiko, akan terkena dampaknya secara langsung.
Dimana total nilai impor suku cadang dan kendaraan jadi diperkirakan mencapai USD97 miliar. Kebijakan ini diprediksi dapat menaikkan harga mobil baru hingga USD3.000 per unit, yang pada akhirnya memberatkan konsumen AS.
Di sisi lain, Kanada dan Meksiko sudah bersiap untuk membalas jika tarif ini diberlakukan. Kanada, misalnya, telah menyusun daftar barang buatan AS senilai USD105 miliar yang akan dikenai tarif balasan. Langkah ini pun mampu memicu perang dagang yang berpotensi merugikan semua pihak.
Di sisi lain, Kanada dan Meksiko sudah bersiap untuk membalas jika tarif ini diberlakukan. Kanada, misalnya, telah menyusun daftar barang buatan AS senilai USD105 miliar yang akan dikenai tarif balasan. Langkah ini pun mampu memicu perang dagang yang berpotensi merugikan semua pihak.
Bahkan, Menteri Keuangan Kanada, Dominic LeBlanc menyebut bahwa hubungan dagang yang saling menguntungkan selama ini terancam runtuh jika Trump tetap bersikeras.
Meksiko pun tak tinggal diam. Presiden Claudia Sheinbaum menyatakan bahwa tarif sebesar itu bisa memengaruhi perdagangan tahunan antara AS dan Meksiko senilai USD800 miliar.
Meksiko pun tak tinggal diam. Presiden Claudia Sheinbaum menyatakan bahwa tarif sebesar itu bisa memengaruhi perdagangan tahunan antara AS dan Meksiko senilai USD800 miliar.
Selain itu, kebijakan ini juga berpotensi mendorong inflasi di AS, yang justru berlawanan dengan tujuan utama Trump untuk menstabilkan perekonomian negaranya.
Kondisi pasar keuangan merespons kabar ini dengan cepat. Nilai tukar dolar AS melonjak, sementara peso Meksiko dan dolar Kanada masing-masing turun lebih dari 1%.
Kondisi pasar keuangan merespons kabar ini dengan cepat. Nilai tukar dolar AS melonjak, sementara peso Meksiko dan dolar Kanada masing-masing turun lebih dari 1%.
Meski begitu, efek jangka panjang dari kebijakan ini masih menjadi tanda tanya besar, terutama mengingat ketergantungan ekonomi ketiga negara yang sudah begitu dalam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









