Trump Tunda Pengumuman Kebijakan Tarif Khusus Untuk China
Demi Ermansyah | 21 Januari 2025, 12:26 WIB

AKURAT.CO Donald Trump memulai periode kedua kepresidenannya dengan langkah mengejutkan, dimana dirinya menunda pengumuman tarif khusus terhadap China.
Padahal sebelumnya, Trump dikenal dengan pendekatan agresif terhadap kebijakan perdagangan, termasuk ancaman tarif tinggi pada barang impor. Namun, kali ini, Trump memilih jalur berbeda, yakni memperkuat strategi negosiasi dengan Presiden China Xi Jinping.
Dalam dokumen internal yang diterima Bloomberg, Selasa (21/1/2025), langkah tersebut dirancang untuk memberikan ruang kepada pemerintah AS dalam menangani praktik perdagangan global yang tidak adil.
Baca Juga: Dilantik, Begini Arah Kebijakan Trump
Dimana fokus utamanya adalah memastikan apakah China mematuhi kesepakatan dagang sebelumnya. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk "meminimalkan dampak destruktif dari kebijakan perdagangan global yang merugikan Amerika."
Meskipun begitu keputusan Trump untuk tidak langsung menargetkan China membuka peluang dialog baru antara kedua negara. Strategi ini bertujuan menciptakan suasana yang kondusif bagi kesepakatan dagang yang lebih adil.
Meskipun begitu keputusan Trump untuk tidak langsung menargetkan China membuka peluang dialog baru antara kedua negara. Strategi ini bertujuan menciptakan suasana yang kondusif bagi kesepakatan dagang yang lebih adil.
Meskipun tarif bisa saja diberlakukan dalam beberapa bulan mendatang, langkah ini memberi kelegaan bagi perusahaan yang sebelumnya khawatir akan kenaikan tarif secara mendadak.
Namun, beberapa analis menilai bahwa strategi Trump masih bisa berubah sewaktu-waktu. Meski begitu, pendekatan ini menunjukkan sisi baru dari kebijakan Trump yang cenderung lebih fleksibel dibanding retorika kampanyenya.
Dalam pidato kenegaraan, Trump menegaskan bahwa kebijakan tarif tetap menjadi prioritasnya. Bahkan dirinya menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan memperkaya warga Amerika, bukan negara lain.
Namun, beberapa analis menilai bahwa strategi Trump masih bisa berubah sewaktu-waktu. Meski begitu, pendekatan ini menunjukkan sisi baru dari kebijakan Trump yang cenderung lebih fleksibel dibanding retorika kampanyenya.
Dalam pidato kenegaraan, Trump menegaskan bahwa kebijakan tarif tetap menjadi prioritasnya. Bahkan dirinya menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan memperkaya warga Amerika, bukan negara lain.
Selain itu, ia menginstruksikan pemerintahannya untuk mengevaluasi pembentukan badan khusus yang akan mengelola penerimaan tarif secara lebih efisien. Walaupun belum jelas bagaimana badan ini akan berbeda dari sistem yang ada, inisiatif ini menunjukkan fokus Trump pada penguatan basis ekonomi domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







